Senin, 27 Mei 2019

Hama Pada Kayu Cendana

Budidaya cendana bagaikan menapak jalan licin dan terjal. Sekali terpeleset kematian membayang. Perawatan adalah jalan licin dan terjal itu. "Yang bisa selamat mencapai umur 4—5 tahun hanya 20%. Itu pun sudah luar biasa, "ujar Ir M Kudeng Sallata, MSc, kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Bali dan Nusatenggara di Kupang, Nusa Tenggara Timur.


Boleh dibilang pada tahap pembenihan sampai penyemaian, tingkat kelolosan hidup cendana cukup tinggi. Persentase keberhasilan yang dilakukan Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Bali dan Nusa Tenggara sebagai salah satu pemasok benih mencapai 85%. Keberhasilan itu lebih banyak karena faktor pengawasan yang intensif.

Persentase itu menyusut tatkala menginjak penanaman di lahan. Kematian secara tiba-tiba tanpa sebab kerap terjadi setelah Santalum album itu berumur 2 bulan. Belum lagi cengkeraman bersifat nonteknis tapi menempati peringkat pertama kegagalan budidaya cendana seperti kebakaran hutan, mati dimakan hewan ternak, dan penjarahan. Sebab itu, “Ribuan tanaman yang disebar di NTT mungkin hanya puluhan saja yang hidup,” ujar Kudeng.

Kebakaran hutan umpamanya sering terjadi akibat kegiatan ladang berpindah dan gesekan antar tanaman yang menimbulkan percikan api saat musim kering berkepanjangan.
Tak heran cendana muda yang kebetulan berada di lokasi tersebut hangus terbakar.
Menurut Ir Sundoro Darmokusumo, kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTT, tanaman seringkah dibiarkan apa adanya bertahan hidup.

Kebakaran hutan banyak memusnahkan bibit cendana
 “Sebab yang dirawat pun banyak mati,” ujar alumnus kehutanan Universitas Gajahmada
itu. Toh, upaya budidaya tetap diusahakan terus-menerus agar tanaman khas di timur Nusantara itu tidak musnah baik secara fisik maupun ekonomi.

Awal penghujan

Cendana secara umum tumbuh optimal pada kondisi kering dengan curah hujan 625—1.625 mm per tahun dan suhu 10— 35°C. Kayu setan— itu menyukai tanah vulkanik atau terdapat batuan induk kapur pada ketinggian 50—1.200 m dpi. “Selama ini yang tumbuh di pegunungan menunjukkan pertumbuhan lebih baik daripada di dataran rendah,” ujar Kudeng. Itu pula yang dijumpai Trubus saat berkunjung ke salah satu sentra cendana di Timor Tengah Selatan.

Perbanyakan Santalum album dilakukan dengan biji. Biji itu lalu disemai dalam polibag berukuran 20 cm x 25 cm berkedalaman 1 cm. (baca: Kayu Setan Butuh Teman hal 40). Sebelum ditanam di lahan bibit perlu diseleksi. Ia minimal sudah berumur 8 bulan dengan tinggi 25
cm.

Lubang tanam dibuat berukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm dengan jarak tanam 3 m x 3 m. Bibit ditanam berbarengan dengan inang sekunder. Posisi inang berada di tengah-tengah antara 2 bibit cendana. Letaknya persis sejajar. “Awal penghujan sangat bagus untuk penanaman,” ujar Kudeng. Di saat itu bibit mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Sebelum bibit ditanam masing-masing lubang diberi NPK 60 gr. Pemupukan diulang setiap tahun.

Penyulaman dan penyiangan rutin dilaksanakan sampai cendana berusia 2 tahun. Pemangkasan inang secara berkala dilakukan agar cendana tetap mendapat pasokan sinar matahari. Penyiangan rumput diterapkan 2—3 kali setahun. Menginjak umur tanaman 3—4 tahun, penyiangan cukup setahun sekali.

Agar cendana berbatang lurus, pemangkasan dilakukan saat umur 3 tahun dengan membuang cabang-cabang bawah. Luka bekas pangkasan ditaburi fungisida supaya tidak menjadi sarang penyakit. Penjarangan tanaman hanya dilakukan pada cendana yang kerdil, mati, dan terserang penyakit.

Waspadai ulat penggerek

Cendana rentan diserang beberapa hama seperti kutu sisik Cyanosis sp, ulat daun Lymantria dispar, dan ulat penggerek Zeuere coffeae. Kutu sisik umpamanya berakibat benjol-benjol pada daun, pucuk mengeriting, dan daun gugur. Penyemprotan insektisida karbaril dan pemakaian musuh alami Chilocarpus predatus terbukti efektif melenyapkan kutu sisik.

Cendawan jelaga ditemukan banyak menyerang cendana. Ranting pohon dan daun tampak tertutup lapisan jelaga kehitaman. Bila didiamkan terus-menerus mengganggu proses asimilasi. Cendawan dapat dikendalikan dengan membuang bagian terserang atau menyemprot menggunakan larutan detergen.
kayu cendana pengerek
Pohon inang perlu di pangkas
Penyebab kematian non teknis seperti kebakaran dapat dicegah dengan membuat sekat bakar berjarak 20—50 m dari tanaman. Sekat itu berupa parit-parit dengan kedalaman 30—60 cm.
Umur cendana lumayan lama. Ia paling cepat ditebang saat menginjak umur 20 tahun. Cara termudah menentukan umur tebang dengan memperhatikan ciri-ciri yang ditunjukkan seperti daun rontok, ranting mengering di sekujur batang, dan batang minimal bergaris tengah 30 cm. Di saat itu cendana sudah mengeluarkan bau harum yang khas. Aroma itu berasal dari teras yang berwarna pucat hingga cokelat kekuningan

Hama Pada Kayu Cendana Rating: 4.5 Diposkan Oleh: rosari J

0 komentar:

Posting Komentar