Home / Tak Berkategori / Manfaat Lobak Sebagai Penghangat Tubuh Alami

Manfaat Lobak Sebagai Penghangat Tubuh Alami

Sepiring salad itu tampil menarik di meja makan Ny Matsumura. Selain tomat cherry, gerkin, dan selada, di sana tampak irisan umbi berwarna merah dan hijau. Itulah lobak baru yang didatangkan dari Jepang. “Rasanya renyah dan pedas,” kata ekspatriat Jepang yang tinggal di Bandung. Kerinduan akan kelezatan lobak kini terobati.

Di rumahnya di pemukiman Graha Puspa, Cihideung, Bandung, lobak baru selalu menjadi menu utama salad. Bukan tanpa alasan bila perempuan Jepang itu menambah lobak merah dalam menu saladnya. Aroma segar tercium dari irisan umbi sangat menggugah selera.

Kandungan air sedikit menjadikan daging lobak itu renyah saat dikunyah. “Lebih renyah dan terdengar kriuk,” ucap Ny Ishikawa, yang biasa mengkonsumsi lobak segar. Dua lobak baru itu diproduksi oleh VNG Farm, Parompong, Bandung. VNG Farm membudidayakan lobak merah lantaran banyak konsumen menginginkannya. “Orang Jepang dan Cina senang melalapnya,” ucap Acep Gunawan, dari VNG Farm. Inilah sosok mereka.

Lobak Red meat

Bentuk daun sama dengan lobak lain: lanset dengan tepi bergerigi. Sosok umbi bulat, agak menyerupai bola. Diameter mencapai 10 cm. Kulit luar berwarna putih berhias semburat hijau muda. Spot merah muncul dari dalam umbi. Daging buah berwarna merah marun. Itulah sebabnya ia disebut red meat.

Tekstur daging buah agak keras karena kandungan air relatif rendah. Bobotnya bisa mencapai 300 g/rimpang. Dengan kandungan air relatif rendah, sayuran umbi berakar tunggang ini sangat lezat disantap segar. “Rasanya lebih manis dan renyah,” kata Acep

Lobak Green meat

Berbeda dengan lobak merah, lobak ini bersosok memanjang. Kulit berwarna hijau tua mendominasi 2/3 bagian lobak.Sisanya berwarna putih. Daging rimpang berwarna hijau muda sehingga ia disebut green meat.

Permukaan daging buah dilapisi getah. Rasa pahit dan pedas sepat berasal dari getah itu.
Menurut Acep Gunawan dengan proses fermentasi, getah dapat dihilangkan. Green meatyun dapat diolah menjadi asinan sebagai pelengkap menu salad. Walau kandungan air lebih banyak dibanding lobak merah, aroma pedas tetap menyengat. Hal ini terkadang membuat konsumen enggan mencobanya. “Enak tapi terlalu pedas,” ucap Ny Ishikawa, pelanggan setia VNG Farm.

Sifatnya yang panas bukan berarti tak bermanfaat. Di Jepang lobak hijau dikonsumsi saat musim dingin untuk menghangatkan badan. “Parutan lobak dibalurkan ke badan. Enak dan hangat sekali,” tutur ayah beranak 2 itu. Selain itu, parutan lobak hijau dapat dimakan sebagai penambah selera makan.

Polibag

Menurut Shirley Hermily, dari VNG Farm, lobak baru itu ditanam 2 bulan lalu. Awalnya para konsumen yang kebanyakan orang Jepang dan Cina menginginkan umbi Raphanus sativus itu untuk ditanam di Indonesia. Maklum, tanaman semusim itu sangat digemari di negara Matahari Terbit.
Untuk memuaskan keinginan konsumen, Shirley bersama suami mulai membudidayakan tanaman asal Cina itu. Anggota famili Cruciferae itu ditanam di polibag ukuran 30 cm x 15 cm. Itu dilakukan untuk mengantisipasi keracunan pada tanaman akibat unsur Fe yang terlalu tinggi.

Menurut lulusan Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang, lobak merah maupun hijau tidak memerlukan pemeliharaan intensif. Cukup dengan pemberian nutrisi hidroponik secara teratur. Tanaman berdaun lonjong berbulu itu pun tumbuh baik di ketinggian 1.100 m dpi.

Pertumbuhan tergolong cepat. Dalam waktu 40 hari, lobak berdaging hijau siap panen. Yang red meat cukup 30 hari. Apalagi bila ditanam di media arang sekam, panen lebih cepat. Hasil panep Acep kirim ke pasar swalayan khusus Jepang di Bandung dan Jakarta

About adi

error: Content is protected !!