Dongkrak Produksivitas Dan Imunitas Tanaman Dengan Pemupukan Fermentasi

Produktivitas jambu jamaika naik 4 kali lipat setelah “mengonsumsi” tuna.

Dua tahun terakhir pohon-pohon jambu jamaika di kebun buah Warso Farm di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu bagai keberatan menggendong buah. Tanaman berumur 5 tahun setinggi rata-rata 8 m itu makin penuh dihuni buah-buah berwarna merah menyala. Uyung Buana Jayanto, penanggung jawab kebun, menghitung setiap pohon mampu menghasilkan 600 kg buah. (Baca : Prospek Dan Nilai Ekonomis Pembudidayaan Jambu Jamaika )

Produksi melonjak dibanding dua tahun silam yang hanya 100-150 kg per pohon. Umumnya. produktivitas jambu jamaika berumur 10 tahun rata-rata mencapai 70 kg per pohon. Tanaman pun lebih rajin berbuah. Menurut Ir Wijaya MS, jambu jamaika maksimal berbuah 2 kali dalam setahun. Dari bunga menjadi buah butuh waktu 3-4 bulan. Setelah buah panen, tanaman akan berbunga kembali jika mendapatkan panas cukup.

Artinya jika usai panen menghadapi musim hujan kemungkinan munculnya bunga kecil. Jika mendapat cukup panas, jamaika akan berbunga 2-3 bulan kemudian. Di kebun Warso Farm, 3 bulan pascapanen tanaman sudah berbuah lagi. Produktivitas di kebun milik Suwarso Pawaka itu terbilang tinggi karena pohon-pohon jambu jamaika “mengonsumsi” larutan pupuk mengandung ikan tuna.
Pupuk fermentasi
Produksi jambu jamaika 600 kg per pohon setelah menggunakan pupuk fermentasi ikan tuna

Komposisi Pupuk fermentasi


Pupuk itu terbuat dari 20 kg ikan tuna apkir yang dimasukkan ke dalam drum berisi 200 literair. Setelah itu Uyung menambahkan 2 liter larutan mikroorganisme pengurai, lalu mengaduknya hingga rata. Tutup drum sampai rapat, biarkan hingga 3 pekan. Setelah 3 pekan, pupuk cair bisa digunakan. Sebelum digunakan, Uyung mengencerkan pupuk dengan menambahkan air. Untuk satu liter pupuk cair, ditambahkan satu liter air.

Uyung menyemprotkan larutan pupuk fermentasi ikan tuna itu ke bagian belakang daun. “Di belakang daun itu terdapat stomata (mulut daun, red),’’ ujarnya, la melakukan penyemprotan saat pagi hari sebelum pukul 09.00. “Jika lebih dari pukul 09.00 stomata akan menutup sehingga penyemprotan menjadi tidak efektif," kata Uyung.

Penyemprotan dilakukan dua minggu sekali saat muncul bakal bunga hingga buah dipanen. Pascapanen, penyemprotan pupuk rutin dilakukan tiap minggu untuk memicu pembungaan kembali. Menurut Uyung perlakuan itu idealnya dilakukan pada tanaman yang memasuki umur produksi (generatif). “Jika diaplikasikan pada tanaman muda akan menghentikan munculnya tunas baru,” katanya.

Selain pupuk fermentasi ia juga memberikan pupuk kalium nitrat dan kapur dolomite untuk meningkatkan rasa manis buah. Itu diberikan sekali saat musim hujan karena tingkat kemanisan buah berkurang. Perlakuan itu sekaligus mencegah bunga rontok.
Pupuk fermentasi
Pupuk fermentasi dari berbagai bahan di Warso Farm

Pupuk fermentasi Kaya nutrisi


Ide menggunakan pupuk fermentasi ikan tuna apkir itu bermula dari kebiasaan Uyung menyiram seledri Apium graveolens dengan air cucian ikan setiap hari. Perlakuan itu ternyata menyebabkan tanaman anggota famili Apiaceae itu lebih sehat dan segar. Uyung menduga kandungan kalsium pada air cucian ikan menyebabkan pertumbuhan seledri lebih baik.

Sejak itulah Uyung getol mencari informasi tentang kandungan biokimia ikan laut. Dari berbagai literatur menyebutkan bahwa ikan laut kaya nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan. Berbekal informasi itu Uyung mengumpulkan ikan tuna Thunnus maccoyiiapkir dari dua restoran di Sukabumi, Jawa Barat.

Limbah itu dipilih karena banyak tersedia dan harganya murah, la membeli 500-1.000 kg hanya dengan Rp200-ribu. Pupuk cair itu ternyata terbukti ampuh. Setelah penyemprotan, daun dan dahan terlihat sehat, calon bunga banyak bermunculan. Kini pupuk itu menjadi nutrisi wajib untuk 100 'pohon jambu jamaika di kebun Warso Farm.

Menurut guru besar di Departemen Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Iswandi Anas Chaniago, pupuk fermentasi ikan tuna mengandung senyawa yang merangsang pembungaan.

Iswandi menduga kandungan fosfor yang tinggi merangsang pembungaan lebih cepat. “Hormon auksin asam indolasetat (IAA) yang terkandung pada pupuk ikan tuna turut berperan memicu berbunga,” katanya. Wijaya menambahkan ikan tongkol kaya protein, salah satunya dalam bentuk asam amino triptopan. Itu sebagai bahan baku membuat auksin. Hormon auksin merangsang pembungaan.

Iswandi Anas menuturkan penyemprotan pupuk pada pagi hari seperti dilakukan Uyung sudah tepat karena saat itulah stomata membuka. Dengan begitu pupuk akan masuk melalui stomata. Stomata akan menutup jika ada cekaman panas. Penyemprotan pupuk saat stomata menutup kurang efektif sehingga tidak akan mendukung terjadinya fotosintesis.
Warso Farm mampu panen jambu jamaika setiap 3 bulan


Dongkrak imunitas


Menurut Yulya Fitria dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, dalam risetnya pada 2008, lemak pada ikan membantu penyerapan senyawa penting bagi tanaman. Selain itu, mikroorganisme tanah yang diberi pupuk ikan mampu bertahan pada suhu rendah sehingga bisa menghasilkan nitrat. Tanaman membutuhkan nitrat sebagai sumber nitrogen untuk membantu proses fotosintesis.

Pupuk fermentasi ikan tuna juga mengandung unsur hara makro dan mikro tinggi seperti natrium, fosfor, kalium, besi, dan seng. Pupuk itu juga kaya kandungan asam amino yang mencapai 19%, Omega-3, dan selenium yang berperan meningkatkan daya tahan tanaman. Itu terbukti pada pengalaman Andika Rahmawanto, petani padi di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

la menyemprotkan pupuk fermentasi ikan tuna pada tanaman padi yang terkena serangan wereng. Setelah tiga kali penyemprotan, pucuk tanaman padi yang rusak tumbuh kembali dan akhirnya bisa dipanen. Di kebun Warso Farm, “konsumsi" pupuk ikan membuat jambu jamaika produktif berbuah

Post a Comment

0 Comments