Koleksi Bunga Anggrek Terlengkap Dari Pehobiis Maniak

Sepatu dan dasi belum ditanggalkan usai pulang kerja. Begitu tiba di rumah, Muslim Mahfudz segera ke halaman belakang. Di gazebo ia mencermati cattleya chunyeah 'goodlight' #17. Sebelum layu, direktur CV Dirga itu ingin menikmati sepuasnya keindahan anggrek jawara lomba Asia Pacific Orchids Converence VIII di Taiwan.

Muslim sangat tergila-gila pada anggrek itu. Saat pertama kali melihat sosok cattleya chunyeah, hobiis di Pondok Belimbing Indah, Malang, itu langsung jatuh cinta. Bunganya memang menarik, kuning berlidah merah selebar 20 cm dan terdiri atas 6 kuntum selebar 14 cm. Makanya, ia enteng saja menebusnya meski berharga 7 digit. ( Baca : 5 Varietas Anggrek Import Terpopuler )

Bersama sang juara, Muslim Mahfudz membawa haser black jack, spring jewel miki, dan Cattleya Hwa Yuan. Total pembelian saat itu mencapai belasan juta rupiah. Kini anggrek dari Taiwan itu ditempatkan di teras belakang dan sebagian di gazebo bersama cattleya berbunga ungu terdiri atas 8 kuntum dan vanda sarat bunga.
Koleksi anggrek

Anggrek terbaik


Dari sekian banyak koleksi, cattleya dan vanda menjadi favorit Muslim Mahfudz. Alasannya, keduanya berbunga indah, bentuk menarik, dan gampang dirawat. Tak heran untuk melengkapi koleksi cattleya dan vanda, komisaris Yayasan Al Azhar Semarang itu rajin menghubungi teman-teman di Jakarta, Surabaya, Malang, dan Bandung.

Setiap ke Jakarta, waktu luang diisi dengan mengunjungi Taman Anggrek Indonesia Permai. Toh. di pusat anggrek itu tidak selalu ada anggrek terpilih. Pemilik CV Dirga di Bali itu baru membeli bila anggrek berbatang utuh, tanpa pemah di-split, serta berbunga lebat dan indah. Harga tidak menjadi masalah, sejauh seimbang dengan kualitas. Lomba-lomba anggrek di berbagai tempat juga rajin disambangi untuk mencari anggrek idaman.

Beberapa koleksi diperoleh langsung dari pakar anggrek dari Thailand sewaktu bertandang ke Indonesia. Adisak Hongsilp dan Noppom Buranaraktham, keduanya penganggrek top di Nakhonpathom, Thailand, pernah berkunjung ke rumahnya. Dari mereka Muslim mendapat 20 vanda juara di negeri Gajah Putih, di antaranya rattana x mahakkapon. Anggrek itu memiliki 3 tangkai sekaligus sepanjang 50 cm, ukuran bunga besar mencapai 10 cm. Setiap tangkai digelayuti 8—10 kuntum berwarna merah kekuningan.

Selain itu ada vanda nancy brown x kasem delight berwarna cokelat. Ia istimewa lantaran berbunga 4 tangkai umumnya hanya 1 - 2 tangkai. Di Indonesia, anggrek sekualitas itu dijual Rp l.500.000. (Baca : Raup Untung Jutaan Rupiah Lewat Budidaya Anggrek Dilahan Sempit )

Koleksi lain yang mengagumkan ialah Dendrobium spectabile. Penampilan anggrek itu amat prima. Pantas kalau ia tampil sebagai the best of show di lomba Malang Orchids Show pada pertengahan April 2004. Anggrek kribo itu memiliki 5 tangkai yang dipadati bunga bercorak cokelat kemerahan tua. Daun lengkap dan sehat sekali.
Koleksi anggrek
Muslim Mahfudz, tiap saat rindukan anggreknya

Rawat sendiri


Anggrek-anggrek berkualitas itu tidak sekadar dikoleksi. Tanaman dirawat sendiri sepenuhnya sehingga tampil prima. Sedangkan perawatan anggrek nonkoleksi diserahkan ke karyawan. Anggrek nonkoleksi berasal dari anggrek koleksi yang biasanya: malas berbunga, bunga tidak prima, warna kurang cerah, cepat layu, jumlah kuntum sedikit, dan rumpun tidak utuh.

“Saya tidak suka beli kalau rumpun sudah dipecah,” ungkap sarjana Hukum alumnus Universitas Gajah Mada itu. Alasannya, ukuran bunga kecil. Setelah rimbun baru bisa besar, tetapi perlu waktu lama, minimal 7 bulan.

Perhatian Muslim terhadap anggrek memang luar biasa. Meski tengah tidur lelap, tetapi saat hujan disertai angin kencang, ia akan bangun dan segera naik ke dak rumah berlantai 2. Setelah yakin anggrek aman, baru ia balik ke peraduan. Keesokan pagi, ayah Dian Kumiawan itu kembali menjenguk sang peliharaan.
Koleksi anggrek
Koleksi anggrek berbunga selalu memenuhi tamannya.
Kalau urusan anggrek ia memang tak kenal capai. Suatu ketika pejabat di salah satu lembaga keuangan itu menghadiri beberapa pertemuan penting. Aktivitasnya yang menyita tenaga dan pikiran itu ternyata tak menurunkan semangat untuk mengontrol anggrek.

Adalah pemandangan sehari-hari bila sehabis pulang kantor, malam hari, suami Nurul Sa’diah itu langsung menikmati kemolekan bunga anggrek. “Dengan menyambangi anggrek, rasa jenuh dan capai hilang begitu saja,” ucapnya. Apalagi ketika melihat cattleya dan vanda berbunga. “Itulah saat paling indah,” tutur pria kelahiran Blitar 56 tahun silam itu.

0 komentar