Home / Tak Berkategori / Langkah Memasang Chip Pada Ikan Arwana Asia

Langkah Memasang Chip Pada Ikan Arwana Asia

Siang itu Arif Gautama, hobiis di Daan Mogot, Jakarta Barat, sibuk mengecek 29 Mikrochip dengan reader—alat pembaca Mikrochip. Satu per satu nomor pang tertera di layar reader dicocokkan dengan sertifikat. Empat botol obat bius berjejer di meja. Di sampingnya terdapat alat penyuntik, Mikrochip, dan reader.

Mikrochip Untuk Ikan Arwana terbuat dari plastik berbentuk silender dengan panjang 1 cm. Di dalamnya terdapat kumparan kawat, magnet, dan angka-angka yang hanya terbaca dengan bantuan reader. Keberadaannya menjadi syarat penting dalam perdagangan arwana.

Tak hanya induk, ikan berukuran 15—20 cm pun wajib dipasangi Mikrochip sebelum diperdagangkan. Itu ciri khas arwana hasil tangkapan. Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) setempat selalu mengecek nomor seri sesuai dengan sertifikat. Setiap ikan hanya dipasangi sebuah Mikrochip dengan nomor berbeda.

Proses pemasangan Mikrochip memakan waktu sekitar 15 menit/ekor. Yang lama ialah proses pemanenan ikan, pembiusan, dan pelepasan kembali ke kolam. Scleropages formosus itu perlu ditangani secara hati-hati agar kondisinya tetap prima. Sirip dan sisiknya pun tidak boleh rusak. Berikut ini langkah-langkah proses pemasangan Mikrochip :

  1. Air kolam dikuras hingga tersisa 1/3 tinggi kolam. Panen menggunakan jaring polyethilene (PE) bermata jaring 1 inci yang sudah dilengkapi pelampung dan pemberat. Sebanyak 4 orang menarik jaring agar terbentang ke masing-masing sudut kolam. Mereka maju perlahan-lahan agar lumpur di dasar kolam tidak teraduk Tujuannya supaya air tetap jernih dan arwana tidak stres. Ruang gerak dipersempit menjadi 2—3 m agar arwana mudah ditangkap. Jaring dibentangkan ke atas untuk menghindari ikan loncat.
  2. Arwana ditangkap secara hati-hati dengan serokan besar. Satu per satu ikan dimasukkan ke kantong plastik, lalu diangkat dengan kedua tangan ke tanggul kolam.
  3. Kotak styrofoam berukuran 60 cm x 150 cm x 40 cm di siapkan untuk menampung ikan mahal itu. Sebelumnya isi dengan air bersih setinggi 1/3 volume kotak.
  4. Teteskan 2—3 tutup botol atau sekitar 300 ml obat pembius. Tangan Arif mengaduk cairan itu agar obat bekerja dengan merata.
  5. Ikan yang sudah tertangkap dimasukkan ke kotak, lalu ditutup dengan styrofoam lain agar tidak melompat ke luar. Setiap kotak berisi satu ikan. Biarkan beberapa saat hingga ikan pingsan ditandai gerakan renang lamban, kemudian tubuh pipihnya mengapung di air.
  6. Siapkan pula peralatan yang dibutuhkan selama pemasangan Mikrochip, seperti injeksi, Mikrochip, dan reader—alat pendeteksi nomor Mikrochip. Sebelum dipasang, sebaiknya nomor Mikrochip dicek terlebih dulu sesuai dengan sertifikat. Seekor ikan hanya ditanami 1 Mikrochip.
  7. Tangan kiri Arif begitu cekatan “memeluk” arwana. Tangan kanannya menggenggam erat suntikan berisi Mikrochip. Telunjuknya meraba dan menekan punggung siluk. Sisik kekuningan ke-2 dan ke-3 dan sirip punggung disibakkan, lalu jarum didorong ibu jari dengan kuat hingga menusuk daging. “Di tempat itu biasanya daging agak tebal sehingga lebih mudah memasukkan Mikrochip. Hati-hati jangan sampai terkena syaraf, ikan bisa cacat,” katanya. Untuk mencegah penyakit, bekas suntikkan diolesi antibiotik usai pemasangan.
  8. Ikan yang sudah “ditanami” Mikrochip dicek dengan reader. Maksudnya untuk memastikan Mikrochip sudah terpasang di tubuh siluk Setelah itu ikan dimasukkan kembali ke plastik. Kemudian diangkat dengan kedua tangan agar ikan tidak merosot. Masukkan kembali ikan ke kolam di luar jaring.

Eksportir ikan hias diwajibkan memanggil petugas BKSDA setempat ketika hendak mengemas arwana siap ekspor. Setelah dicek, nomor Mikrochip masing-masing ikan dicatat. Di bandara, Mikrochip yang diekspor tidak lagi diperiksa. Petugas karantina hanya mengecek jumlah ikan secara acak. Ikan mahal itu pun kini siap melanglangbuana.

    About adi

    error: Content is protected !!