Padi Fatmawati, Varietas Padi Tahan Penyakit Dan Mampu Mendongkrak Peningkatan Produktivitas Panen

Ibunda Presiden Megawati Soekarnoputri, Fatmawati, diabadikan namanya untuk padi baru. Malainya panjang terdiri atas 300 butir. Salah satu keistimewaan padi fatmawati adalah tingginya produktivitas, mencapai 9 —10 ton per hektar. Artinya 2 kali lipat dari rata-rata produktivitas padi nasional.

Di kalangan pekebun, padi fatmawati menjadi harapan baru. Mudjiono, pekebun asal Bantul, Yogyakarta, misalnya, menuai 9 ton dari lahan 1 hektar yang tersebar di 3 lokasi. Di Singosari, Malang, pekebun binaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur memanen 9,2 ton/ha gabah kering giling. Dengan pengolahan lahan yang sama, hasil itu dua kali lebih tinggi dibandingkan varietas IR64 dan memberamo yang hanya 4 ton/ha.

Selain itu fatmawati juga ditanam di Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Padi dengan kadar amilosa 23% itu telah lulus uji melalui Program Peningkatan Produktivitas Padi Terpadu (P3T) di 8 provinsi dengan 28 lokasi. Hasilnya produktivitas luar biasa. Dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), produktivitas padi dengan anakan 8—12 batang itu mencapai 7,9—10,6 ton/ ha dengan rata-rata 8,9 ton/ha atau 41,1%. Itu lebih tinggi dibandingkan varietas unggul baru yang hasilnya rata-rata 7,8 ton/ha.
padi fatmawati

Panen perdana


Fatmawati merupakan varietas unggul tipe baru (VUTB) pertama. Ia dilepas pada Hari Pangan Sedunia (HPS), 24 Oktober 2003 di Ambarawa, Jawa Tengah, oleh Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Pelepasan fatmawati sebagai jawaban meyakinkan memecahkan rendahnya produktivitas dan produksi padi nasional.

VUTB fatmawati tercipta lewat penelitian panjang Balai Penelitian Tanaman Padi (Balitpa) Sukamandi, Subang. Ia hasil persilangan padi gogo dan jenis padi maros. Keduanya dikenal sebagai padi unggul. Batang tak mudah rebah warisan padi gogo.

Varietas baru itu memiliki sifat genetik lebih unggul dibandingkan varietas lain. Fatmawati cocok di tanam di sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpi. Padi dengan tinggi 100 cm itu tahan terhadap wereng cokelat biotipe 2 dan bakteri hawar daun strain 2—3. Persentase gabah hampa mencapai 20% dan agak susah dirontokkan. Itu bisa diatasi dengan pemupukan intensif.
padi fatmawati

Panen perdana fatmawati dihadiri Menteri Pertanian Bungaran Saragih bersama Mohammad Jafar Hafsah. Dirjen Tanaman Pangan dan pejabat pemerintah Jawa Barat. “Semoga fatmawati dapat berkembang cepat sehingga pada 2005 kita tanam 1 juta ha,” kata Bungaran Saragih setelah memanen fatmawati

Post a Comment

0 Comments