Kamis, 13 Juni 2019

Peluang Dan Prospek Bisnis Penjualan Guppy

Agung Saputra pemilik 47 kolam berukuran 1 m x 2 m x 0,7 m di Sleman, Yogyakarta, itu kini semakin sibuk. Itu dipicu permintaan si ekor indah guppy yang mulai meroket sejak medio 2007. "Banyak hobi is yang meminta," ujarnya. Dari penjualan fancy guppy itu setiap 2—4 pekan Agung memperoleh pendapatan minimal Rp2-juta.

Pada awal Februari 2008 dari 3 kolam Agung mengirim 100 pasang black cobra tail high dorsal, orange metal cobra swallow tail, dan fullred swallow tail ribbon ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Itu jenis impor asal Thailand yang sukses ditangkarkan Agung sejak awal 2007. Ikan ukuran medium sepanjang 3—4 cm itu dijual Rp75.000/pasang.

Penjualan itu bukan yang pertama. Sekitar sebulan sebelumnya, pria yang pernah menetap 5 tahun di Amerika Serikat itu melepas sepasang albino red eye pada kolektor di Surabaya. Sepasang? Ya meski hanya terdiri dari masing-masing seekor jantan dan betina, tapi harga jualnya dipatok tinggi, Rpl-juta/ekor. “Harga tinggi itu karena bloodline-nya (garis darah, red) masih murni,” kata pria yang juga menangkarkan blue neon, red blonde, red neon, dan mozaik itu

Nun di Semarang, Jawa Tengah, memasuki tahun tikus Gunawan rajin menyetor 500 ekor/ bulan blue neon, blue moskow, platinum, yellow snake skin, dan mozaik ke pedagang ikan hias air tawar di Karanganyar, Kudus, Solo, sampai Salatiga. Untuk jenis-jenis yang populer di tanahair sejak pertengahan 2000 itu, Gunawan menjual seharga Rp3.000—Rp20.000/ekor. Artinya pendapatan tetap minimal Rpl,5-juta/bulan mengisi pundi-pundi Gunawan.

Menurut alumnus Fakultas Perikanandan Ilmu Kelautan IPB itu sejatinya permintaan yang masuk mencapai 1.000 ekor/bulan. “Tapi karena sarana penangkaran terbatas, banyak permintaan itu sulit dipenuhi,” ujarnya. Harap mafhum guppy-guppy itu ditangkarkan di 3 kolam berukuran 1 m x 2 m dan 7—8 akuarium berukuran 90 cm x 60 cm x 80 cm. Padahal idealnya untuk dapat memasok permintaan sampai seribu ekor per bulan Gunawan butuh jumlah petak-petak kolam dan akuarium 3 kali lebih banyak.


Guppy Relatif Mudah dirawat

Bukan tanpa sebab bila kedua penangkar itu menangguk rupiah dalam jumlah besar. Saat pemain lain lebih fokus menernakkan jenis ikan hias air tawar yang mempunyai pasar lebih luas seperti koi, maskoki, dan cupang, Agung serta Gunawan mulai melirik guppy. “Banyak penggemar guppy yang kesulitan mendapat ikan. Itu sebuah peluang,” ucap Agung.

Bagi pecinta guppy, ikan yang dikenal memiliki corak ekor cantik—fancy guppy—itu “mainan” mengasyikkan. M. Bondan, hobiis di Ciganjur, Jakarta Selatan, menuturkan guppy disukai karena punya ekor warna-warni. “Apalagi kalau ngedok tampak cantik,” katanya. Mudahnya perawatan millionfish—sebutan di mancanegara—itu juga menjadi daya tarik lain. “Diberi pakan jentik nyamuk atau kutu air sudah hidup, sama seperti cupang,” ujar alumnus Universitas Padjadjaran di Bandung itu.

Di dunia guppy penyebutan fancy guppy merujuk pada bentuk ekor. Normalnya bentuk ekor guppy mirip sapu. Namun belakangan muncul varian bentuk ekor seperti halfmoon tail, dobel tail, delta tail, dan fan tail. Ekor halfmoon misalnya membentuk separuh bulan purnama. Bila lebar mirip kipas dijuluki sebagai ekor dobel tail. “Sejauh ini bentuk ekor tidak jadi masalah bagi pembeli di sini. Mereka lebih mengutamakan corak warna,” kata Agung
Hobiis guppy sudah melek kualitas. Yang dicari guppy-guppy dengan strain jelas bukan asal silangan.

Harga Jual Yang Cukup Stabil

Berdasarkan lacakan Trubus di sentra-sentra penjualan ikan hias tawar di Jawa, penyedia guppy masih sedikit. Dua dari sepuluh kios di Pasar Ngasem, Yogyakarta, menyediakan albino red eye dan mozaik. Sedikitnya penjaja juga ditemui di Pasar Kayun, Surabaya, dan Jalan Sumenep di Jakarta Pusat. Di sana rata-rata hanya 1 —2 kios yang menjual guppy. Namun, itu berbeda dengan di Bandung. Empat toko akuarium di Jalan Karapitan—pusat ikan—seluruhnya menyediakan guppy. “Rata-rata sekitar 50 ekor terjual setiap minggu,” ujar Amir—disamarkan—dari Gampang Ingat Akuarium.

Menurut Andree Gunawan di Bogor, boleh jadi mandeknya penjualan guppy di sentra-sentra itu karena hobiis melek kualitas. “Konsumen malas beli karena yang dijual mayoritas silangan yang tidak jelas sehingga mudah mati,” ujar alumnus Fakultas Peternakan IPB itu. Hal senada disampaikan oleh Buni Hakim. “Peternak berpikir dengan mencampur banyak jenis dapat menghasilkan jenis baru. Namun, kondisi itu justru merusak kualitas ikan dan kepercayaan pembeli,” kata ketua Kelompok Tani Mina Pakuan di Vila Bantarjati, Bogor.

Sebab itu Suryo Subroto di Bekasi tidak berani asal-asalan mencetak fancy guppy. Peternak spesialis jenis populer red mozaik albino, fullgold platinum albino, white tuxedo albino, galaxi albino, dan black moskow itu menernakkan setiap jenis di akuarium berbeda. Karena hasilnya berkualitas, “Setiap bulan dapat dijual sampai 500 ekor,” ujar pemilik EsTeBe farm itu.

Menurut Suryo untuk jenis-jenis kualitas kontes: corak tubuh terang, proporsional, ekor ngedok sempurna, dijual Rp 150.000—Rp250.000/pasang. “Kalau dibeli satuan untuk betina harganya 2 kali lebih tinggi,” ujar pengusaha laser film itu.

Nah, bila kualitas bisa dijaga sebetulnya pangsa pasar lain, ekspor, dapat dilirik. Menurut Aditya Sagita Saputra guppy diminati konsumen dari Amerika Serikat, Jerman, Polandia, dan Swedia. “Jenis yang diminta memang jenis murah seperti sunset dan ribbon,” ujar staf pemasaran Harlequin Aquatic di Bambuapus, Jakarta Timur. Sampai 2007 Harlequin Aquatic rutin mengekspor 1.000 ekor/bulan.
Pasar mancanegara suka tipe half moon tail

Bencana hujan

Meski permintaan guppy mulai menggeliat, kerikil-kerikil tajam siap melukai. Contoh Suryo. Gara-gara serangan penyakit mirip whitespot,3 akurium berisi ratusan burayak red mozaik albino ludes. “Tak hanya burayak, semua induk juga mati,” tuturnya. Suryo menduga bencana itu bersumber di akuarium. “Akuarium itu bekas memelihara platy yang belum dibersihkan,” katanya.

Menurut Buni Hakim datangnya musim hujan menjadi sesuatu yang ditakuti peternak. Itu karena hujan membuat suhu air di kolam drop. “Guppy senang di suhu 28—30°C, tapi kalau hujan datang suhu air bisa menjadi 20°C,” ujarnya. Suhu rendah itu potensial mengundang berbagai penyakit seperti velvet dan whitespot. Sekali mereka datang, guppy seakuarium pun mati.

Bila kendala itu dapat ditepis, pasar guppy terbuka lebar. Menurut Hendra Iwan Putra peternak dapat sukses bila dapat mencetak guppy ekor halfmoon berkualitas. “Berapapun produksinya akan laku terjual. Apalagi di dunia belum ada negara produsen yang mencetak khusus jenis-jenis itu,” ujar sekretaris jenderal Asosiasi Eksportir Ikan Hias Indonesia. Dari jenis-jenis itu pula kini Agung Saputra dan Suryo Subroto meraup untung.

Peluang Dan Prospek Bisnis Penjualan Guppy Rating: 4.5 Diposkan Oleh: rosari J

0 komentar:

Posting Komentar