Selasa, 30 Juli 2019

Aglaonema Penghias Taman Dan Pekarangan Rumah

Enam aglaonema berbagai jenis menghiasi jendela dapur rumah Ny. Alun di Kebonjeruk, Jakarta Barat. Paling menonjol varietas berdaun merah asal Bangkok setinggi 30 cm dan berdaun 10 lembar. Pasaran aglaonema teranyar itu minimal Rp7,5-juta. Puluhan aglaonema dikoleksi sejak 1993. Semua tampil prima: bongsor, cmakan banyak, dan daun mengkilap.

Puluhan jenis tanaman lain dikoleksi pula seperti 50 jenis kembang sepatu dan 80 varietas adenium. Hobiis itu juga mengumpulkan palem, anggrek, euphorbia, aneka sukulen, dan tanaman merambat. Mereka ditata membentuk taman yang indah dan semarak bunga.

Sebagian besar koleksinya diperoleh dari nurseri di Jakarta. Bagi pedagang, Ny Alun salah satu pembeli potensial. Istri Santoso, pengusaha cat mobil “Isamu” itu berani membeli jenis baru saat harga masih tinggi.

Dry garden di antara taman berbunga
Dry garden di antara taman berbunga
Bila bepergian ke luar negeri, ibu 3 anak itu lebih senang mengunjungi nurseri dibandingkan ke tempat hiburan atau mal. Namun, di sana dia jarang membeli tanaman, tetapi peralatan berkebun seperti gunting dan pupuk. Dari Amerika Serikat ia membawa rak, Singapura; mulsa kayu dan penghalang tanah melebar. Di Thailand, pilihannya jatuh pada adenium. Selebihnya ia membeli di tanah air karena lebih terjamin hidup. Saking cinta pada tanaman, Ny Alun tak berani meninggalkan rumah lebih dari 2 minggu. Selain sayang tanaman, 4 pudel, teman tidurnya membutuhkan perhatian. Segala jenis

Ny Alun memang tidak memilih jenis tertentu, tetapi halaman rumahnya didominasi tanaman berbunga. Ambil contoh kembang sepatu. Hibiskus itu dikoleksi sejak 3 tahun silam dan jumlahnya mencapai 50 jenis. Mereka bergantian memunculkan bunga beraneka ragam, bentuk, dan warna (baca adisucipto edisi Maret 2003). Jenis baru yang sebagian besar dari Amerika Serikat itu dibeli dari nurseri di Bogor seharga Rp200.000—Rp500.000.

Di bagian tengah dihadirkan berbagai jenis tanaman berbunga. Ada mandevilla merah dan pink, soka, sertaa plumeria yang amat rajin berbunga. Di antara bunga tadi hadir beberapa palem. Yang cukup menonjol, Coccothrinax crinita, yang berambut panjang. Dengan sosok setinggi 1 m, diperkirakan harga tidak kurang dari Rp5-juta.

Di teras, puluhan anggrek eksklusif berbagai jenis juga bersaing pamer kemolekan. Paling menonjol dendrobium di pot berdiameter 50 cm. Puluhan batang setinggi 1 m silih berganti berbunga. Batang sampai doyong karena tangkai bunga sepanjang 30 cm dipenuhi bunga ungu putih.

Anggrek mini seperti cymbidium dan cattleya juga membuat pengunjung berdecak kagum. Cymbidium yang notabene malas berbunga di daerah panas, di tangannya rajin memamerkan bunga kuning cerah. Sedangkan cattleya mini merunduk lantaran tangkai tak kuasa menahan belasan bunga.

Ny Alun pun memajang puluhan varietas adenium yang dikumpulkan sebelum tren seperti sekarang. Koleksinya lebih dari 80 varietas dengan bonggol rata-rata istimewa. Kolektor itu juga mengumpulkan euphorbia. Sukulen berduri tetapi berbunga cantik itu menghuni dinding pagar hingga ketinggian 4 meter.

Kekaguman semakin bertambah bila melihat halaman belakang. Halaman seluas 100 m2 itu ditata sebagai taman. Pinggir tembok diisi deretan aneka jenis, seperti euphorbia, adenium, dan anggrek. Tanaman-tanaman itu disangga rak buatan USA. Di sudut, Ny Alun menghadirkan gazebo sebagai pusat pandang. Di pelataran berbagai jenis digantung, dan puluhan Raphis excelsa variegata berbagai motif. Di bawah pelataran, lagi-lagi wanita yang gemar melukis itu memajang puluhan aglaonema yang dikumpulkan sejak 1993. Karena jarang dipotong daun donna carmen berukuran 18 cm x 30 cm. Yang umum hanya 8 cm x 20 cm.
aglaonema

Tanaman daun

Meski penggemar bunga, tetapi tanaman daun pun dikumpulkan. Sebuah dry garden seluas 25 m2 di bagian tengah dihadirkan untuk menampung tanaman asal daerah gurun. Di situ, kelahiran Pontianak itu menghadirkan agave, encephalartos, kaktus, dan aneka sukulen. Ny Alun seolah tak sayang menanam di tanah Encephalartos horridus berbonggol 20 cm berharga di atas Rp5-juta.

Di dalam rumah. Ibu dari Purwanto, Yanto, dan Yuni itu memajang belasan aglaonema dalam pot. Semua tampil eksklusif sebab daun utuh serta mengkilap. Meski ada 100 daun/pot, “Saya tetap mengelap lembar per lembar agar penampilan prima.” Bila harga pride of sumatera Rp25.000/lembar berarti satu pot senilai Rp2,5-juta.

Bebas daun kuning

Perempuan 58 tahun itu mulai aktivitas di kebun setiap pukul 06.00 setelah berjalan kaki. Ia mulai dengan memetik daun-daun kuning. Satu per satu tanaman di halaman seluas 500 m2 disibak. Kembang sepatu, anggrek, mandevilla, palem, adenium, bunga burung, dan aglaonema harus bebas dari daun tua. Pemupukan dilakukan setiap Minggu pukul 05.00 Dipilih waktu subuh untuk menghindari terik matahari.

Meski berbeda jenis dengan beragam keinginan, tanaman jarang mati. Misalnya untuk tanaman gurun dilakukan persiapan khusus. Tanah digali sedalam 1 m. Di dasar lubang besar itu disusun batu kali, lalu ijuk, dan campuran humus dengan pasir putih. Dengan media demikian koleksi tidak bakal terendam.

Aglaonema Penghias Taman Dan Pekarangan Rumah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: rosari J

0 komentar:

Posting Komentar