Jumat, 19 Juli 2019

Analisis Ternak Lobster Air Tawar Dengan 9 Buah Akuarium

Krisis membawa berkah. Itulah ungkapan paling pas ditujukan kepada Rudiono Soeharyo. "Tanpa itu mungkin saya tak akan ketemu lobster/' kata mantan orang penting di sebuah perusahan otomotif di Jakarta. Cita-cita mempunyai usaha sampingan di rumah kesampaian. Setiap Jumat ia menyetor 200 lobster hasil ternakan ke penampung. Artinya, Rp2,8-juta per bulan pundi-pundi Rudiono bertambah.

Omzet sebesar itu memang belum seberapa bila dibandingkan gajinya ketika ia bekerja di Astra kelompok Daihatsu. Namun, itu baru sebuah awal untuk meraih pendapatan lebih besar. “Saya yakin tahun depan bisa didapat keuntungan bersih Rpl 5-juta per bulan dari lobster,” ungkapnya.

Harapan Rudiono tidak berlebihan karena ratusan calon induk tengah dipersiapkan untuk menggenjot produksi. Maklum, dulu ia hanya induk lobster. Artinya, 15 induk betina dan 9 jantan. Modal yang dikucurkan sekitar juta. Usahanya kini baru memasuki tahun ketiga sehingga belum bany hasil produksi yang bisa dijual. Lobster yang bongsor-bongsor selalu dijadikan induk oleh Rudiono.

Akuarium Lobster
Akuarium Lobster
Ada beberapa jenis lobster yang dipelihara Rudiono: Cherak quadricarinatus yang merah, C. destruktor warna kebiruan, serta Cherak dari Irianjaya warna kuning dan mutiara. “Lobster biru paling cocok di sini, yang lain sulit berkembang sehingga hanya sebagai pelengkap,” tambahnya. Lobster merah ketika moulting sulit mengeras butuh 3—4 minggu. Padahal yang biru hanya 1 minggu sampai 10 hari. Ia menduga lobster merah atau dikenal dengan sebutan redclaw cocok di suhu rendah. Buktinya teman-temannya di Bogor justru sukses mengembangkan yang merah.

Faktor Kebetulan

Menjadi peternak lobster tak terbersit sedikit pun di benak pehobi sepak bola itu. Awal 2000 lapangan tenis meja di samping rumah dilipatnya digantikan dengan rak-rak akuarium. Sejak itulah suami dari Andayani itu saban hari dari pagi hingga sore mengurusi lobster.

Tinggal berlama-lama di akuarium bukan berarti selama itu terus bekerja, melainkan karena, “Mainan baru, sehingga asyik untuk dilihat, diamati, dan dipelajari,” ungkapnya. Pekerjaan utama merawat lobster sebetulnya hanya membersihkan akuarium seminggu sekali, mengganti air, dan memberi pakan. Itu hanya butuh waktu kurang dari 1 jam ( Baca : Budidaya Lobster Di Lahan Sempit Dengan Botol Air Mineral Bekas )

Di loteng

Rudiono baru pertama kali terjun di dunia ikan sehingga agak canggung. Sebagai ganjaran, dalam beberapa hari lobster seakuarium mati gara-gara aerator tak berfungsi. Listrik pada waktu itu mati lebih dari 4 jam. Belajar dari pengalaman, hari-hari lain ia lebih berhati-hati mengontrol kualitas air.

Lobster sangat peka dengan perubahan air. Terkena busa sabun sedikit saja dapat menyebabkan kematian. Keasaman, suhu, dan ketinggian air harus dijaga. Terlalu tinggi permukaan air berbahaya ketika listrik mati. Si Bongkok tidak bisa muncul ke permukaan untuk menghirup oksigen.

Untungnya, sepuluh indukan yang tersisa berkembang dengan baik. Tak sampai 1 bulan telah menghasilkan burayak masing masing sekitar 200 ekor per induk. Rudiono tak mengalami kesulitan berarti saat membesarkan burayak-burayak itu. “Cuma pada waktu ganti kulit mata harus tajam. Karena kalau tidak ketahuan mati dikeroyok teman-temannya. Ia harus dipindahkan ke akuarium lain,” tuturnya.

Pada umur 3 bulan burayak mencapai ukuran 5 cm dan siap dijual. Betapa senangnya Rudiono ketika menerima uang perdana hasil penjualan 1.000 lobster senilai Rp3,5- juta. Inilah yang mendorong lelaki berperawakan sedang itu terus dan terus menambah akuarium. Sampai-sampai ia harus ekspansi ke ruangan belakang dan loteng. Akuarium lobster dibuat sendiri pada malam hari agar lebih murah.

Di loteng, lelaki mania kerja itu membuat bak-bak semen berukuran 100 cm x 115 cm khusus pembesaran. Ada sekitar 10 bak berjejer tanpa naungan atau atap. Untuk menahan sengatan sinar matahari bak dilengkapi selada air. Dipilih tanaman itu karena berkembang biak cepat dan akar-akarnya merupakan makanan kesukaan lobster air tawar.

Perluasan itu untuk mengejar pendapatan bersih Rpl5-juta per bulan. Sebab, paling tidak butuh 60 buah akuarium untuk 20 set induk atau 100 induk betina. Meskipun sebetulnya akurium bisa disusun meninggi hingga 5 tingkat. Sementara sekarang Rudiono hanya menggunakan rak yang 2 tingkat.

“Untuk mencapai target itu memang diperlukan modal besar. Tapi lobster pilihan paling cocok untuk mendapat penghasilan tambahan di rumah. Perawatannya tidak menyita waktu, tapi harga tinggi,” ucapnya mengakhiri pembicaraan dengan adisucipto.

Analisis Dan Perhitungan Budidaya Lobster Air tawar

Spesifikasi
  • Lama pengusahaan 1 tahun       
  • Lobster Cherax destruktor       
  • Tenaga kerja keluarga       
A.    investasi
  • Induk 3 set    Rp    6.300.000
  • Rak akuarium 2 buah    Rp    330.000
  • Aerator    Rp    144.000
  • Akuarium 9 buah    Rp    540.000
  • Pipa T untuk aerator 3 buah    Rp    9.000
  • Batu aerator 9 buah    Rp    9.000
  • Pipa T ukuran 2 inci 60 buah    Rp    105.000
  • Selang kecil 12 m    Rp    12.000
  • Perlengkapan lain seperti ember & serokan    Rp    30.000
    Total    Rp    7.479.000

B.    Biaya operasional  
  • Pakan selama 1 tahun    Rp    120.000
  • Listrik    Rp    240.000
  • Penyusutan alat    Rp    500.000
  • Penyusutan induk    Rp    1.260.000
  • Bunga bank 20%    Rp    150.000
    Total    Rp    2.270.000

C.    Pendapatan

  • Lobster ukuran konsumsi  6.000 ekor @ Rp3.500  -    
  • Lobster kualtas induk    Rp    21.000.000 60 ekor @Rp300.000    Rp    18.000.000
    Total    Rp    39.000.000

D.    Keuntungan  Pendapatan—Biaya    Rp    36.730.000

E.    Pertimbangan usaha
  • Pendapatan bersih per bulan Rp3.060.8000 
  • B/C ratio 1.618% per tahun       
  • Investasi kembali pada panen pertama. Jika calon induk tidak dijual, investasi tertutup pada panen kedua       
Keterangan           
-    Harga-harga diperhitungkan Maret 2018
-    Data diperoleh dari peternak di Taman Modern Cakung, Jakarta Timur.       

Analisis Ternak Lobster Air Tawar Dengan 9 Buah Akuarium Rating: 4.5 Diposkan Oleh: rosari J

0 komentar:

Posting Komentar