Senin, 29 Juli 2019

Jagung "pelangi", Jagung Hias Yang Tak Kalah Lezat Untuk Dikonsumsi

Ada yang aneh pada tongkol jagung bakar itu. Biji jagung tidak kuning seperti lazimnya, tetapi hitam legam. Di tempat peristirahatan tol Taipei Taichung itu adisucipto penasaran untuk segera mencicipi kerabat padi. Setelah pramusaji menyodorkan sebuah tongkol yang masih hangat berasap, adisucipto melumat. Rasanya lembut dan manis.

Warna tongkol jagung manis tak melulu kuning atau putih. Selain hitam seperti yang disaksikan di Taiwan itu, ada pula tongkol yang terdiri atas 2 atau 3 warna. Dari warna pucat, putih hingga warna cerah, merah sudah banyak beredar. Semuanya bisa dikonsumsi dan rasanya manis. Pada label benih biasanya tertera ornamental corn, berarti produsen benih sengaja membuatnya sebagai jagung hias.

Namun, di pasaran jagung manis ini tetap dikonsumsi. Jagung manis berwarna putih dan kuning-putih sudah lama dikenal. Ibrahim Rony Kusnadi  pekebun di Ciawi, Bogor, misalnya pernah menanam jagung manis putih. Bulir-bulir berwarna putih berderet bak mutiara. Itulah penampilan pearl corn, jagung manis mutiara. Rambut putih kecokelatan; biasanya cokelat. Rasa jangan ditanya, sekali gigitan rasa manisnya langsung terasa. Jagung manis asal Taiwan itu kebanyakan diolah menjadi beragam kue. Jika direbus warna terlalu pucat, tidak menarik.

Jagung Pelangi

Jagung Dwiwarna vs triwarna

Sayang penanaman cuma sekali lantaran pasar tidak merespon. “Di benak konsumen, jagung manis itu berwarna kuning. Mereka enggan mencoba warna lain,” ujarnya. Selain warnanya yang tidak lazim takut rasanya tidak manis. Itu tidak membuat Rony kapok menanam jagung manis warna-warni.

Produsen benih tidak pernah puas berkreasi, seperti Burpee Seeds and Plants mengeluarkan jagung manis berwarna merah. Zea mays hibrida itu dijuluki ruby queen sweet corn. Sosok langsing, panjang tongkol mencapai 20 cm dengan bulir merah mirip batu rubi. Rasanya manis dan berair. Jagung itu lebih pas jika dikukus, agar rasa manis tidak berkurang dan penampilan tetap segar.

Jagung manis tidak melulu 1 warna, kombinasi 2 atau 3 warna juga ada. Contoh warna kuning dan putih berselang-seling tidak teratur dalam sebuah tongkol. Sepintas warna putihnya tidak tampak tertutup kuning. “Jenis ini masih bisa diterima konsumen karena perubahannya tidak mencolok,” ujar Rony. Bentuk dwiwarna itu gemuk dan panjang bonggol 15 cm. Di Taiwan negara asalnya ia dikukus dengan microwave dan dijadikan sup.

Jika dwiwarna bisa diterima konsumen, triwarna malah tidak dilirik Warna ungu tua di antara deretan kuning tua dan muda membuat jagung manis terkesan “ramai”. Padahal rasanya manis, lebih dari 14 brix. Panjang tongkol 18 cm dan tongkol agak gemuk, sekilo terdiri atas 4 buah. Produsen benih sayuran Known You Seed, memperoleh benih jagung manis 3 warna itu dari Meksiko.

Isolasi

Di New Jersey, Amerika Serikat, terdapat silver queen. Keunikan jagung itu bukan pada warna bulirnya melainkan warna kelobotnya, hijau keperakan. Di negara asalnya ia ditemukan di sepanjang jalan tol North Jersey. Sosok si ratu perak itu ekstrabesar, panjang 25 cm, ukuran bulir kecil, dan berwarna putih susu. Rasanya legit tapi kurang manis lantaran berkadar pati tinggi. Ia paling lezat jika dibakar atau direbus, selama 8—10 menit. Lebih lama dari itu, rasa manisnya berkurang.

Harga benih jagung manis aneh itu 2 kali harga benih jagung manis biasa. “Namun di pasaran harga jagung manis wama-wami itu tidak menjadi lebih mahal. Paling selisih Rp 1.000—2.000/kg karena konsumen enggan membeli jika harga terlalu mahal,” ujar Nurjaya dari PT Tani Unggul Sarana, distributor benih Known You Seed.

Cara budidaya dan umur panen beragam jagung manis itu relatif sama. Ia cocok ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 m dpi. Semakin tinggi lokasi umur panen lebih lama. Yang harus diperhatikan penanaman jagung putih tidak boleh berdekatan dengan jagung manis warna lain. Itu untuk menghindari penyerbukan liar sehingga bulir berubah warna. Namun untuk dwiwarna atau triwarna itu tidak jadi masalah, karena susunan warna bulir memang tidak beraturan.

Jagung "pelangi", Jagung Hias Yang Tak Kalah Lezat Untuk Dikonsumsi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: rosari J

0 komentar:

Posting Komentar