Kiat Merawat Sang Mawar Gurun Agar Bebas Dari Serangan Hama Penggangu

Kaohsiung baru menginjak musim panas, pas untuk melihat adenium bertaburan bunga. Hanya dalam sebulan kondisi tanaman kembali prima usai melewati musim dingin selama 5 bulan.

itu terbilang singkat. Bandingkan dengan pekebun adenium di tanah air yang membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk memperbaiki tanaman pascamusim hujan. Padahal, Indonesia beruntung memiliki iklim tropis yang cenderung panas. Sementara Taiwan dalam setahun harus melewati musim dingin suhu di bawah 20°C selama 5 bulan. Kondisi itu membuat adenium merana dan malas berbunga.

Namun, pekebun di Formosa punya cara khusus supaya tanaman cepat berbunga. Mereka melakukan perawatan intensif dan menggunakan teknologi modern. Meski penataan tampak berantakan tetapi tanaman terurus dengan baik. Mawar gurun itu diletakkan di atas rak besi di dalam greenhouse berbentuk tunnel seluas 1—3 ha. Dengan begitu tanaman tidak merana baik musim panas atau musim dingin. Maklum, tanaman sukulen itu bernilai ekonomi tinggi. T.W Lee misalnya, hampir sebulan sekali mengirim 40.000 adenium ke Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.
Kebun beralas mulsa, mencegah tumbuhnya gulma
dari berbagai umur. Mawar gurun jenis baru dan hasil perbanyakan diletakkan di dalam greenhouse berbeda. Tanaman kecil diletakkan di atas rak dekat dinding, tanaman besar ditata di tengah-tengah % greenhouse. Dengan begitu semua bisa menyerap sinar matahari dengan optimal. Tak heran jika Sa-mo mei-guei sebutan adenium di Taiwan tidak berhenti memunculkan bunga. Kuncinya ada pada media dan penggunaan pupuk. Maklum media menjadi dapur sebelum hara disalurkan ke batang, daun, dan bunga. Adenium menghendaki media porous dan kering.

Setiap nursery memiliki campuran media masing-masing disesuaikan dengan kondisi tanaman dan cuaca. T.W Lee menggunakan campuran gravel, pasir, peatmoss, perlite, vermiculite, dan jerami. Perbandingannya tergantung cuaca, misal pada masa musim dingin pekebun lebih banyak menggunakan gravel dan peatmoss ketimbang bahan lain. Alasannya media tersebut lebih porous dan bisa mengikat air lebih lama.

Di Indonesia campuran media itu lazimnya digunakan untuk penanaman tanaman hias secara hidroponik. Leca nama gravel di Indonesia memiliki keunggulan sangat porous, cepat menyerap air, dan mudah dicengkeram akar adenium. Media itu biasanya diletakkan paling atas karena penampilannya unik, bulat seperti kelereng. Sedangkan vermiculite dan peatmoss banyak dimanfaatkan untuk media anggrek lantaran porous dan mengikat air.

Yang istimewa saat proses pencampuran media. Mereka menggunakan mesin khusus yang mampu mencampur semua bahan dengan rata. Pekebun tinggal memasukkan semua media ke dalam mesin. Setelah itu mesin akan mencampur media selama 10 menit. Setelah media tercampur pekebun menyiapkan tray berisi pot. Dalam hitungan 1 menit 32 pot langsung terisi media. Bandingkan jika harus dilakukan satu per satu.

Irit

Supaya tanaman rajin berbunga Lee memberikan pupuk secara intensif. Lee membenamkan 5 kg pupuk kandang asal kotoran ayam setiap 6 bulan. Ayah 2 anak itu memang tidak menambahkan pupuk kimia karena mudah menguap. Suhu di dalam greenhouse yang relatif tinggi membuat pupuk dan air gampang menguap. Namun, ada beberapa pekebun yang memberikan pupuk slowrelease yang ditebarkan di atas media. Pemberian dilakukan setiap 2 bulan.

Meski adenium termasuk tanaman gurun tetapi ia menyukai air. Itu sebabnya adenium membutuhkan penyiraman intensif. adisucipto menjumpai setiap greenhouse dilengkapi pipa dan sprinkler untuk penyiraman. Untuk greenhouse berukuran 50 m x 4 m dipasangi 6 pipa lateral setinggi 1,5 m.

Di ujung-ujung pipa terpasang sprinkler untuk memancarkan air. Saat penyiraman pekebun tinggal membuka keran. Dengan teknologi seperti itu pekebun tidak membutuhkan banyak tenaga kerja. Untuk kebun seluas 1 ha cukup dikelola 1 orang. Penyiramannya pun lebih merata, dari ujung tanaman hingga media. Frekuensi penyiraman tergantung cuaca. Ketika musim panas penyiraman dilakukan sehari sekali, musim dingin 2 hari sekali.
Tanaman serempak memunculkan bunga

Bentuk tajuk

Meski adenium jarang terserang hama dan penyakit, tetapi perlu dilakukan pencegahan. Greenhouse yang tertutup rapat salah satu pencegahan masuknya hama dan penyakit. Untuk tanaman di luar greenhouse pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Semua area penanaman dilapisi dengan mulsa. Dengan begitu pertumbuhan gulma tempat bersarangnya hama terhambat.

Tak cukup itu, di atas mulsa dibentangkan alas pot terbuat dari karet. Tujuannya supaya tanaman tidak menyerap panas berlebihan. Pencegahan lain pekebun rutin memberikan pestisida. Penyemprotan dilakukan sebulan sekali. Dengan cara itu terbukti tanaman tampil prima dan rajin berbunga.

Supaya penampilan adenium tampak rapi dan indah tanaman perlu dipangkas. Pemangkasan biasanya dilakukan saat musim semi, Mei  September. Setelah dipangkas tanaman akan memunculkan tunas-tunas baru. Saat musim dingin pekebun tidak melakukan pemangkasan karena risiko kegagalan tinggi. Pasalnya saat itu tanaman mogok mengeluarkan tunas baru.

Kini model pangkas bertingkat sedang digandrungi kolektor di sana. Dengan model itu pekebun bisa mempercantik tajuk atas dan bawah. Bentuk pangkasan tergantung selera, yang penting proporsional dan indah. Keindahan si ratu gurun itu tak hanya bisa dinikmati dari atas, pun bagian bawah

0 komentar