Menikmati Buah Duren Tanpa Mabuk Durian

Cobalah Durian kerantongan asal hutan-hutan di seputar Tarakan, Kalimantan Timur. Aroma tak menyengat, daging bertekstur lembut, manis, dan tak membuat enek. "Makan 5 buah pun tak akan mabuk," tutur Gregori Hambali, kolektor di Bogor. Yang tak kalah enak durian tarian berdaging merah.

Kami pertama kali mencicipi kerantongan saat berkunjung ke Samarinda, ibukota Kalimantan Timur. Hutan-hutan di Kalimantan, Sumatera, dan semenanjung Malaysia memang habitat Durio oxleyanus itu. la makanan favorit monyet-monyet liar. Kerantongan, kentongan, atau durian daun julukan di Tarakan, Kalimantan Timur yang memiliki populasi terbesar. Masyarakat Aceh akrab menyebutnya rutungulung.

Sosok kerantongan: duri panjang antara 2—2,5 cm, keras, runcing, dan lentik. Warna duri tetap hijau daun meski telah matang pohon. Karena bentuknya itu ia kerap dijuluki si Jabrik. Uniknya, di Kalimantan buah dibelah melintang agar mudah dinikmati. Itu lantaran kulit sangat keras dan tebal sehingga sulit dibuka dengan cara biasa.
Durian kerantongan
Durian Kerantongan, Si Jabrik asal Kalimantan

Pohon Berbuah Lebat


Toh, sulitnya membelah si Jabrik terobati waktu buah dicicipi. Daging bertekstur lembut, minim serat, manis, dan tidak membuat eneg meski dikonsumsi banyak. Sayang, daging tipis, rata-rata 2—3 mm. Padahal ukuran biji besar menyerupai Durio zibethinus lokal. Warna putih dan putih kekuningan. Ukuran bervariasi, dari kepalan tangan hingga sebesar durian biasa.

Kini menikmati kerantongan tak perlu terbang ke Tarakan. Lima pohon koleksi Gregori Hambali di Darmaga, Bogor mulai Februari berbuah lebat. Itu buah pertama dari pohon berumur 20 tahun. Jenis serupa juga dikoleksi Kebun Raya Bogor.

Lamanya masa berbuah dimaklumi lantaran perawatan tidak terlalu intensif. Produktivitas 50—80 butir per pohon, jauh lebih rendah dibanding kerantongan di habitat asli. Di hutan-hutan Kalimantan, pohon berdiameter batang 1 m setinggi 10—15 m berbuah ratusan butir. Supaya mendekati kondisi habitat asal, Greg membiarkan kebun liar tak terurus seperti hutan.

Buah Terbelah di pohon

Yang juga layak dicicipi, durian tarian hasil silangan D. graveolens dengan D. zibethinus varietas Sukamo. “Nama tarian saya ambil dari akronim induk, yaitu tapon dan durian,” papar Greg, sang pemulia. Satu pohon digelayuti 20 butir tumbuh di kebun Agus Lazarus di Parung, Bogor, hasil silangan sejak 1987.

Sosok buah saat matang seukuran bola sepak takraw, diameter 20—25 cm. Duri runcing dan keras berwarna oranye cerah. Saat matang buah sedikit terbelah meski masih menempel di batang. Daging berwarna oranye kemerahan, tebal, serta bertekstur lembut. Sifat itu titisan induk betina D. graveolens. Soal rasa, tarian manis dan lembut mirip Sukamo

Post a Comment

0 Comments