Ras Ayam Filipina Terbaik Untuk Sabung Ayam Paling Agresif Dan Gahar

Ayam adu asal negeri gajah putih, Thailand bakal punya pesaing. Di arena kini muncul american emas dan texas dari Filipina. Kedigdayaannya sudah terbukti di berbagai gelanggang

Di samping gagah, kedua ayam jagoan itu bernyali besar. Jarang ayam adu lain yang bisa melawannya. Di Sangir, Sulawesi Utara, pemilik jagoan baru itu harus lihai memegang ayam saat mau diadu. Pasalnya, kedua ayam itu mudah dikenali dari sayapnya. Bila ketahuan american emas atau texas, maka bebotoh ayam akan mengurangkan niat mengadu.

Pendatang baru yang menggegerkan itu masih langka. Samuel E. Tamedia, hobiis di Bekasi, Jawa Barat, baru mendatangkan puluhan ekor dari Filipina sejak Januari 2017. Ketika adisucipto berkunjung ke rumahnya di kawasan Kotabaru, terlihat 6 ayam berumur 1,5 tahun terkurung di kandang.

Sosok mereka elegan. Penampilannya gagah. Ciri khasnya kepala lonjong dengan paruh panjang mirip burung. Dada lebar dan kokoh. Mata bening dengan sorot tajam tanda petarung yang bagus. Tubuh panjang, sayap lebar menutup hingga bagian belakang tubuh dan paha. Ekor lebar dan kaku menyerupai kipas ketika mengembang sempurna. “Peralatan” itulah yang membuat gerakannya lincah dan cepat.
Filipina

Kemampuan Meloncat Hingga Dua meter

Kelebihan lain strategi bertanding kedua ayam itu cukup bagus. Layaknya petinju mirip Mike Tyson, begitu ada lawan langsung dihajar. Pukulannya selalu masuk dan telak. Nyaris tak ada perilaku “nempel” ke lawan bila stamina sudah mulai loyo. Kalau dihitung poin, pasti ayam itu menang. “Umumnya hobiis hanya menjajal 5 menit untuk melihat kemampuannya. Berbeda dengan ayam bangkok yang bisa 15 menit,” kata pria asal Sangir, Sulawesi Utara itu. Kendati demikian, ia pun pintar mengelak bila menghadapi lawan tangguh.

Menurut Samuel bebotoh harus hati-hati bila ingin melawan ayam itu. Ia sudah membuktikan kelihaian terbangnya. Kendati lawan sudah diangkat setinggi 2 m, ayam itu masih bisa menjangkaunya. Para pengadu biasanya memberi ancang-ancang sekitar 6 m untuk melepas ayam. Pertandingan di udara lebih seru, mereka bisa melakukan 3 - 4 kali pukulan.

Kalau dilihat secara postur, american emas lebih cocok untuk lawan bangkok. “Bobotnya setara bangkok, rata-rata 3 - 3,5 kg. Daya tahan bertandingnya juga bisa mencapai 1 jam,” kata alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi, Manado itu. Sementara texas paling hanya 2 -2,5 kg. Oleh karena itu ia lebih pas bila dipakai sebagai ayam adu pisau, seperti di Bali. Waktu yang dibutuhkan paling banter 5 detik untuk meng-KO lawan, mati bersimbah darah.

Ayam Kampung

American emas dan texas mudah didapat di Filipina selatan. Awalnya mereka hanya sebagai ayam kampung biasa. Warna bulu beragam, mulai putih, merah, hitam, dan blorok. Namun, lantaran sosok dan kemampuan bertanding. Penduduk di sana menggunakannya untuk ayam adu. “Mereka memang gemar memelihara ayam. Mengadu ayam merupakan kegiatan rutin,” ujar pria berusia 32 tahun itu.

Ayam hasil tangkaran terjamin kualitasnya. Peternak memakai jawara di berbagai gelanggang sebagai pejantan. Pantas bila harga bakalan umur 1 tahun mencapai Rp2-juta - Rp2,5-juta. Lain halnya kalau sudah pernah menang di lomba, harga meningkat menjadi Rp3-juta - Rp5-juta. Ayam jawara yang sudah menang minimal 3 kali di arena pertandingan langsung diberi ring. Sebagai ungkapan kebanggaan, pemilik biasanya membuatkan kandang dari kaca.

Uniknya, sebutan american emas dan texas tidak berkaitan dengan negara adi daya itu. “Saya juga tidak tahu kenapa dinamakan itu. Paling untuk lebih tren saja,” kata pria yang mengunjungi Filipina minimal sebulan sekali itu. Yang jelas permintaan ayam itu cukup tingi. Bukan saja untuk diadu, kebanyakan malah disilangkan dengan ayam bangkok.

Melatih Fisik Dan Mental Ayam Aduan


Apakah ayam aduan Anda ingin tampil kekar dengan tulang besar dan berstamina prima? Coba saja kiat peternak diFilipina. Yang pertama dilakukan ialah memilih ayam dengan tulang keras dan otot kuat. Pertulangan sempurna bila tebal, besar, dan kuat. Ayam bertulang tipis tidak disukai hobiis. Demikian juga tulang besar karena membuat gerakan ayam lamban ketika berlaga di gelanggang.

Di Filipina ayam dilatih sejak umur 5 bulan. Atau saat ayam kecil mulai belajar berantem. Setiap ayam segera dipisah di kandang tersendiri. Latihan awal berupa renang. Caranya, lempar ayam ke kolam besar sejauh 1 - 2 meter. Jarak dapat ditambah seiring dengan pertumbuhan dan umur ayam. Latihan itu dilakukan setiap hari dengan frekuensi 2 -3 kali. Tujuannya untuk membentuk dada besar dan otot kuat.

Ayunan Ayam

Setiap hari ayam diletakkan di tenggeran sepanjang 0,5 m terbuat dari kayu atau besi. Tinggi tangkringan 1 m dari tanah. Cara lain dengan membuat ayunan terbuat dari kayu dan tali plastik. Biarkan ayam berada di tempat itu seharian. Kalau mau diberi makan saja ayam diambil.

Latihan itu untuk melatih keseimbangan dan lutut. Begitu ayam berusia 8 bulan atau muncul taji dan kulit kaki kering, latih dengan cara memegang ekornya setiap pagi. Jadi, ayam dipaksa untuk terbang. Hentikan bila ia sudah lemas. Setelah itu letakkan ayam di lantai, lalu l b tekan punggung ke bawah. Latihan itu terus dilakukan sampai gerakannya melemah.

Untuk melatih kekuatan nafas, ayam juga bisa dilatih memutar di dalam kandang saat penjemuran. Masukkan ayam lain di kandang kecil untuk memancing emosi. Seminggu sebelum bertarung, berikan 1 kuning telur,  lalu dicampur 2—3 kapsul super tetra. Berikan campuran itu 3 kali, pagi, siang, dan malam secara berturut-turut selama 3 hari. Pada hari ke-4 dan ke-5 ayam diistirahatkan di kandang. Dengan ramuan itu stamina ayam saat bertanding tetap prima. Dan kalau ayam luka, maka darah yang keluar tidak terlalu banyak.

0 komentar