Arsip Bulanan: Oktober 2021

Varietas Jeruk Saingan Baru RL dan JC

Jeruk troyer pilihan lain bagi para pekebun jeruk untuk menghasilkan bibit prima. Sebagai batang bawah, ia sangat handal dan bisa bersaing dengan RL dan JC.

Tiap jeruk berbeda responnya terhadap batang bawah yang dipasangkan. Banyak batang atas yang tidak cocok dengan batang bawah tertentu. Jeruk peninggalan Belanda yaitu RL, (rough lemon) atau JC (japanese citroen) lazim dipakai sebagai batang bawah. Namun, Ir. Moh Reza Tirtawinata, peneliti, mensinyalir jeruk-jeruk itu sudah banyak dipalsukan.

Ada yang mengaku memakai rough lemon, padahal mungkin jeruk siem apkir. “Jadi sudah ngaco,” tuturnya. Dan itu menyebabkan bagian atas tidak pernah sama kualitas produksinya.

Padahal, batang bawah sangat mempengaruhi daya tahan tanaman terhadap penyakit dan kapasitas penyerapan hara. Otomatis kualitas produksi terpengaruh, termasuk keseragaman buah. Di Australia, jeruk sudah “dijodohkan”.

Salah satu batang bawah yang dipakai adalah jeruk troyer. Jeruk ini bisa dipasangkan dengan jeruk manis, jeruk mandarin, dan bahkan pomelo, la hanya tidak cocok menjadi batang bawah lemon.

Varietas Jeruk Super bandel

Jeruktroyer, berdaun sangat rimbun. Bentuknya bercangap, batang keras dan kuat. Menurut Prakoso Heriono, pembibit tanaman di Demak, Jawa Tengah, pertumbuhan jeruk troyer miliknya sangat bandel. Tanaman itu pernahterendam aircukup lama, tetapi masih kuattumbuh.

Tanah di bawah pohon itu pernah menjadi tempat pembuangan sampah, la pun pernah dilanda kekeringan panjang. Berbagai kondisi buruk pernah dialaminya. Namun, jeruk itu tetap bisa tumbuh baik, bahkan menghasilkan buah, meski rasanya asam pahit.

Karenanya Prakoso Heriono yakin, jeruk troyer sangat baik untuk batang bawah. Dan amat cocok untuk daerah Demak yang tanahnya tergolong lempung berliat. Bila hujan, tanah jadi becek, air sulit meresap ke bawah, dan bila kering, sampai merekah.

Cabang jeruk yang disetek pun tumbuh baik dan kuat, la lalu menyambungnya dengan jeruk ponkan. Hasilnya, jeruk asal Taiwan ini bisa tumbuh baik di Demak.

Tanaman yang telah disambung jeruk troyer tidak terjamin bebas serangan hama dan penyakit. Menurut Reza, pengganggu ini biasanya akan menyerang mulai perbatasan batang bawah ke atas. Jadi, yang bisa ditolong oleh batang bawah yaitu : menghindarkan dari serangan hama tanah, tanah salinitas tinggi, memperbesar penyerapan hara dan air, dan daya tahan terhadap angin keras.

Kohaku Raja Kontes Koi Bandung

Kohaku kembali unjuk gigi. The 2nd Bandung Chapter International Koi Show didominasi oleh ikan merah putih ini. Empat gelar bergengsi, satu di antaranya grand champion disabet. Dominasi berikut diraih showa sanshoku, disusul keluarga shiro.

Ajang lomba di Istana Bunga Lembang itu patut menjadi catatan. Untuk ukuran Indonesia, inilah pameran terbesar yang pernah diselenggarakan. Sejumlah 975 koi didatangkan dari berbagai kota di Indonesia.

Bahkan ada pula peserta dari Jepang dan Singapura yang unjuk gigi. “Prestasi yang cukup membanggakan,” ujar Edy Sukamto, ketua ZNA Chapter Bandung. Menurut Wendi Kumia, ketua panitia, juri didatangkan dari Jepang (3 orang), Hongkong (3), dan Taiwan (2).

Koi milik Cheng Kwok Kwai dinobatkan sebagai grand champion lantaran penampilannya prima dengan warna kontras. Anatomi tubuh pun proporsional.

Cara juri menilai koi dianggap cukup selektif oleh para peserta. Hiroyuki Miyamoto terlihat sangat memperhatikan warna kontras. “Dia cermat melihat kiwa (batas warna antara 2 sisik, red),” ujar Bagus M,

“Yang dinilai cenderung kecemerlangan warna dan anatomi,” tambahnya. Pendapat itu diamini peserta lain. Kohaku milik hobiis dari Yogyakarta ini dinobatkan sebagai juara 3 kelas <25 cm

Harus prima

Selain Bagus, bintang keberuntungan jatuh ke pangkuan Sutrisno. Kohakunya dinobatkan sebagai young champion. Untuk meraih gelar terhormat itu ia harus mengalahkan 100 pesaing di kelas 35— 45 cm.

Ini sebuah kejutan buat Sutrisno. Sebab, ia sebetulnya lebih menaruh harapan ke 8 koi lain yang dipersiapkan khusus. Koi peraih young champion itu justru semula dititipkan ke rekannya di Surabaya.

Toh, usahanya memberikan spirulina kepada 8 koi jagoannya tetap membuahkan hasil. Tanchonya yang bertanding di kelas 35—45 cm merebut gelar nomor satu; shusui, juara II (25—35 cm); shiro utsuri juara III (45—55 cm).

Yang tidak beruntung di lomba itu ialah Fanny Ariffian. Hobiis asal Yogyakarta itu harus pulang dengan tangan hampa. Dua jagoannya, taisho sanke dan tancho sanke gagal berprestasi..

Padahal, taisho sanke klangenannya itu 2 kali merajai lomba. Juara 1 diraih saat lomba di Blitar dan Surabaya setahun lalu. Ini kegagalan kedua setelah lomba di Yogyakarta “Kondisinya memang lagi drop,” ungkap Fanny memaklumi kegagalan sang ikan.

Dengan alasan kesehatan pula, maka Santoso tidak membawa sang jagoan ke kota kembang. Peternak asal Bantul, Yogyakarta ini sebenarnya memiliki koi juara hasil lomba di Yogyakarta. Namun, kondisinya tidak sehat sehingga ia diistirahatkan.

Di mata Hiroyuki Miyamoto, perkembangan koi di Indonesia cukup pesat. Berbekal pengalaman 35 tahun ia menilai, “Kualitas koi di sini sudah bagus,” tutur President of ZNA Tokyo Chapter itu.