Arsip Tag: ikan

Perawatan kolam koi: sentosa karena keranjang tingkat

Keranjang stainless steel berukuran 40 cm x 1,5 m harganya Rp2-juta-Rp3-juta,” ujar pemilik Golden Koi Centre itu.

Bakki shower berbahan plastik lebih murah, harganya cuma Rp300.000/buah. Toh perangkat itu bisa digunakan hingga 5 tahun.

Hobiis juga bisa membuat sendiri bakki dari bahan-bahan tak terpakai atau perangkat rumah tangga seperti krat minuman ringan atau keranjang buah.

Di kolam berkapasitas 80 ton itu Winarso menggunakan 2 bakki shower yang berdiri bersebelahan. Masing-masing terdiri dari 5 bakki shower.

Filter keset

Mula-mula air dari kolam masuk ke filter utama berkapasitas sekitar 30% dari total air kolam. Menurut Suwira Susanto, konsultan kolam koi di Jakarta, kapasitas filter idealnya 50% dari kapasitas kolam.

Air dari kolam masuk ke vortex. Di dalam vortex air diputar kencang sehingga kotoran mengendap. Air bersih dari vortex kemudian dialirkan menuju ruang filter mekanik berisi roli brush di petak pertama hingga keempat.

Sekat antarruang filter dibuat setengah tinggi filter yang berkedalaman 1,5 m. Oleh karena itu air mengalir stabil dan langsung menabrak mate-filter keset-yang tergantung dalam kamar kedua hingga keempat.

Filter keset berfungsi mengendapkan kotoran yang lewat tanpa menyumbat pori filter dan sekaligus media tempat hidup bakteri pengurai nitrit dan amoniak. Filter keset tahan hingga 10 tahun.

Di ruang filter terakhir, terdapat 4 buah lampu ultraviolet berdaya 20 watt yang digantung berjarak 10 cm dari permukaan air kolam. Lampu UV berfungsi membunuh bakteri patogen yang membahayakan kesehatan ikan.

Air dari filter itu kemudian dialirkan ke bakki shower menggunakan pompa 400 watt. Bakki shower-berukuran 40 cm x 80 cm-berbahan plastik diletakkan berdampingan masing-masing dari lima lapis keranjang setinggi 30 cm.

Di dalam bakki shower terdapat media berpori berupa batu bioaktif (bioactive stone) untuk mengurai amonia dan nitrit. Bisa juga tambahkan bioball yang fungsinya sama dengan bioactive stone. Bioball diletakkan pada bakki shower teratas.

Alternatif lain menggunakan media biokristal. “Biokristal bentuknya lebih porous sehingga bisa menampung bakteri lebih banyak,” kata Sugiarto Budiono, pengelola Jakarta Koi Center.

Keuntungan lain, batu buatan berbahan keramik dan kaca itu tetap bisa menapung bakteri meski dicuci bersih. “Beda dengan filter berbahan plastik yang bakterinya langsung hilang setelah batu dicuci,” ujar pemilik kolam yang juga menggunakan bakki shower itu.

Kebutuhan biokristal cukup 10% dari volume air sehingga tidak boros tempat.

Air keluar dari bakki shower dalam ukuran kecil-kecil. Prinsip bakki shower memang meniru riak air yang memecah di atas bebatuan.

Dengan begitu luas permukaan permukaan yang bersentuhan dengan udara lebih banyak sehingga kadar oksigen terlarut meningkat.

“Penggunaan bakki shower juga menghasilkan oksigen terlarut lebih banyak,” kata Winarso.

Manfaatnya, metabolisme ikan menjadi lebih baik sehingga bergerak aktif dan doyan makan. Dengan teknik filterisasi seperti itu Winarso tidak pernah mengganti air kolam.

Menurut Winarso bakki shower tidak mutlak dipakai, ia bersifat tambahan. Namun, beberapa hobiis menginginkan kesempurnaan, sehingga mereka menggunakan bakki shower. Winarso memasang bakki shower pada 5 kolam berkapasitas 200, 80, dan 60 ton.

Bisa tunggal

Sugiarto menuturkan bakki shower mungkin juga digunakan secara tunggal. “Dengan catatan, air yang keluar tetap berkualitas baik, yaitu jernih dan rendah kadar amonia, dan nitrit,” katanya.

Amonia biasanya berasal dari kotoran ikan dan sisa makanan. Kadar amonia di atas 0,01 mg/l air dapat meracuni ikan.

Dalam proses filterisasi secara biologi, amonia diubah menjadi nitrit oleh bakteri Nitrosomonas. Sebaiknya kandungan nitrit di kolam di bawah 0,2 mg/l air, di atas itu bisa meracuni ikan.

Nitrit dapat mengikat hemoglobin di darah ikan sehingga menurunkan kemampuannya membawa oksigen. Salah satu tandanya ikan terlihat berenang di permukaan dan di sekitar air yang keluar dari filter.

Tingginya kandungan amonia, nitrit, dan nitrat membuat kulit ikan mengalami iritasi dan memproduksi lendir berlebih.

Lalu nitrit diubah menjadi nitrat oleh bakteri Nitrobacter. Nitrat bermanfaat sebagai sumber nutrisi bagi alga. Namun, kandungan nitrat di atas 50 mg/l air akan membuat alga berkembang cepat sehingga mempengaruhi kesehatan koi.

Untuk memaksimalkan peran bakki shower, Sugiarto menyarankan bakki disusun dalam beberapa lapis disesuaikan dengan volume air kolam.

“Semakin banyak air kolam, maka jumlah bakki yang tersusun pun semakin banyak,” katanya. Hal itu pun diamini Winarso. Terbukti, koi di kolam Winarso aktif bergerak, doyan makan, dan berwarna cerah.

Persahabatan Benny dan ikan Koi

Dua ekor chagoi, seekor sowa, dan dua kohaku segera menghampiri saat Benny memasukkan tangan kiri ke kolam dan membuat riak-riak lembut di permukaan airnya.

Lalu shrooot! Dengan lahap chagoi berwarna kuning emas menyedot pakan di telapak tangan Benny. Begitu juga chagoi lain berwarna kecokelatan dan seekor kohaku. Setiap pagi ikan-ikan samurai di kolam itu memang sarapan bersama Benny.

Ikan anggota famili Cyprinidae itu kembali mendapat suapan dari si empunya di malam hari sekembali Benny dari kantor. Jatah makan siang didapat dari pramuwisma yang bertugas ikut merawat kol.

Ikan yang pertama kali diternakkan di Jepang pada 1980-an itu juga anteng ketika direktur sebuah perusahaan jasa ekspedisi itu membelai-belai bagian kepala.

Sifat jinak salah satu yang membuat Benny kepincut koi. Koi membikin jatuh hati karena bentuknya elok dipandang dan berwarna menarik kombinasi putih, merah, hitam, dan keemasan. Gaya berenang ikan lambang kasih sayang dan persahabatan di Jepang itu pun elegan.

Benny memelihara 11 koi koleksi di kolam berukuran 3 m x 4 m dengan kedalaman 1 m. Layaknya sahabat, koi mendapat tempat khusus di dalam rumah. Posisi kolam koi bersebelahan langsung dengan ruang makan dan tanpa sekat Dengan begitu Benny bisa menikmati liukan ikan samurai di kolam dengan atap terbuka itu sembari bersantap di meja makan.

Fasilitas terbaik untuk koi pilihan

Nishigokoi, secara harfiah berarti ikan emas berbrokat, red, itu hidup sentosa karena Benny memberi fasilitas filter terbaik. Sistem penyaringan air dengan menggunakan biokristal itu bervolume 50% volume air kolam.

Lazimnya 25-30%. Dengan filter itu air selalu jernih, pengurasan air kolam cukup 3-4 bulan sekali. Setiap dua kali dalam sebulan petugas dari salah satu perusahaan importir koi datang ke rumah untuk mengecek kesehatan ikan. Pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari itu demi mendapat bentuk tubuh ikan dan warna samurai yang baik.

Benny kepincut koi tujuh tahun silam. “Saya ini memang suka merawat satwa,” tutur Benny. Di kediamannya yang asri di Jakarta Utara, pemilik beberapa restoran itu juga mengoleksi sepasang serama.

Waktu Kami berkunjung ayam terkecil di dunia yang didapat dari pameran flora dan fauna di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, setahun silam itu hilir mudik di halaman samping rumah berlapis rumput gajah mini yang terpangkas rapi.

Selama beberapa jam di pagi hari sepasang serama itu memang dibiarkan berkeliaran. Rumah mereka sebuah kandang elok dengan ukiran jepara terletak di samping kanan sebuah gazebo yang tak kalah elok.

Di gazebo itulah Benny biasa menikmati sarapan ditemani sepasang serama di kandang dan seekor bluefront amazon, paruh bengkok berbulu hijau nan indah yang pintar bicara.

Kecintaan terhadap satwa kelangenan sudah terasah sejak Benny masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) di kampung halaman di Medan, Sumatera Utara.

Benny kecil merawat ayam, merpati, kelinci di halaman belakang kediaman orangtua yang cukup lega. Ketika hijrah ke Pulau Jawa pada 1990-an karena urusan pekerjaan kelangenan itu berganti dengan seekor anjing boxer, lalu maskoki, cupang, dan dua labrador retriever.

Perjumpaan dengan teman-teman kolektor koi membuat Benny mengenal ikan samurai itu.

Pengalaman Pahit dalam beternak koi

Layaknya sebuah persahabatan, ada cerita manis dan pahit antara Benny dan koi. Pada suatu malam ketukan di pintu kamar membangunkan Benny.

Pramuwisma yang mengetuk pintu menyampaikan kabar buruk: seekor kohaku sepanjang 65 cm meloncat keluar kolam dan menggelepar-gelepar di lantai yang berbatasan dengan ruang makan.

Segera saja Benny menghampiri kolam, mengangkat ikan samurai itu, dan memasukkannya ke dalam kolam.

Ikan selamat tapi lama-kelamaan kondisinya terus menurun. “Mungkin ketika dia melompat dan menggelepar-gelepar ada bagian tubuh yang luka atau memar,” tutur pemilik seekor american akita berbulu putih cokelat berumur 2 tahun yang diimpor dari Belanda itu.

Ayah sepasang putra-putri itu pun mesti merelakan Cyprinus carpio itu untuk dirawat orang lain. Kali lain Benny melihat salah satu saringan air berbentuk kotak di dasar kolam bergeser posisi. Tanpa pikir panjang ia langsung masuk ke kolam berketinggian air sedada itu. “Saya khawatir ada koi terluka karena terkena bagian tajam saringan air,” kata Benny.

Alih-alih mengamankan koi-koi yang baru saja diberi pakan, justru seekor kohaku tiba-tiba bergerak tidak terkendali. Beberapa saat kemudian koi berukuran 60 cm itu meregang nyawa. Dari peristiwa itu Benny baru paham ucapan seorang rekan bahwa jangan membuat koi yang baru selesai makan terkejut

Toh pengalaman buruk itu tidak membuat Benny berpaling ke lain kelangenan. “Setiap hobi pasti ada risikonya,” tutur pria penggemar desain interior itu.

Malah ia kian keranjingan mengoleksi jenis lebih baik. Semakin mengenal koi, kian kuat keinginan pria ramah itu untuk mengganti koleksi lama dengan koi baru berkualitas lebih baik.

Memasukkan “penghuni” baru bisa jadi saat-saat mendebarkan sebab kedatangannya berisiko mendatangkan penyakit yang membuat ikan lain sakit. Oleh karena itu sebelum menggabungkan koi baru, ikan itu dikarantina dulu.

Dengan begitu “penghuni” lama dan baru bisa bergabung dengan sentosa. Di kolam di halaman belakang rumah yang bermandi cahaya lampu di malam hari ikan-ikan samurai itu memulai persahabatan dengan Benny.