Arsip Tag: kontes

Kala Koi Sakura Memetik Juara

Mata Jitsuo Takagi mengamati satu per satu puluhan koi berumur 2 tahun di salah satu kolam milik Dainichi Farm di Niigata, Jepang. Hobiis di Kota Fukuoka, Jepang, itu kepincut pada 3 koi yang menurutnya paling ideal.

Saat itu pada tahun lalu ukuran ketiga koi rata-rata 35 cm sehingga ia menitipkan ketiganya hingga dewasa di Dainichi Farm, peternakan koi ternama. Sayangnya setahun kemudian dari ketiga koi itu pertumbuhan salah satu koi mandek

Setahun berselang lagi-lagi salah satu koi pilihannya tumbuh kurang optimal. Hanya satu ekor yang tersisa dan Takagi pun memindahkan perawatan ke Narita Koi Farm untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Koi terakhir yang tumbuh optimal itulah yang ia ikutkan pada kontes The 43rd All Japan Combined Nishikigoi Show, di Tokyo Ryutsu Center, Jepang, pada 4-5 Februari. Showa sansoku berumur 10 tahun itu sukses meraih gelar grand champion.

Pemain koi senio mulai Unjuk gigi

Menurut pemain koi senior asal Jakarta, Winarso T, yang hadir dalam kontes, koi milik Takagi memang layak menyandang gelar paling bergengsi itu. “Bentuk tubuhnya terlihat gagah dan kiwa (batas antara dua warna, red) terlihat tegas,” ujarnya.

Kemenangan showa sansoku milik Takagi menjadi bukti bahwa tsunami dahsyat yang melanda Jepang setahun silam tak menyurutkan pamor koi di negeri Sakura. Kontes tahunan itu selalu meriah.

Pada kontes itu 1.308 koi milik 280 hobiis dari berbagai negara seperti Jepang, Indonesia, Malaysia, Thailand, Belgia, dan Amerika Serikat beradu molek.

Perhelatan akbar itu bukan hanya menjadi puncak kegembiraan bagi para hobiis tuan rumah yang sukses meraih gelar paling bergengsi. Kompetisi itu juga menjadi ajang unjuk gigi hobiis koi tanahair. “Sekitar 30% peserta milik orang Indonesia,” ujar Winarso.

Beberapa di antaranya sukses meraih gelar bergengsi. Contohnya koi milik Felix Denanta, hobiis di Jakarta, sukses meraih 3 gelar utama: runner up grand champion, superior champion, dan superior male champion.

Demikian pula koi milik hobiis Yohanes Yusuf asal Bandung, Hartono Sukwanto (Bandung), Didi Wikara (Bogor), Hendrawan Sudarpo (Jakarta), Isma Cahyono (Jakarta), Samurai Koi Centre (Bandung), dan Edwar Gani (Bandung).

Kontes koi Semarang

Bersamaan dengan kontes koi di Jepang di Semarang, Jawa Tengah, juga berlangsung kontes koi untuk para hobiis di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sebanyak 183 peserta milik 35 hobiis beradu molek pada kontes yang bertajuk Is’ Semarang One Day Koi Show.

Pada ajang perdana di kota Lumpia itu persaingan paling ketat di kelas gosanke, terutama untuk ikan berukuran lebih dari 40 cm. Selain itu, “Keempat juri sempat kesulitan menentukan grand champion,” ujar Roby Iwan, ketua juri.

Setelah melalui perdebatan sengit, kohaku milik Achun Go asal Semarang sukses meraih gelar grand champion. “Dalam penilaian utama koi itu memenuhi kriteria ideal dari segi warna, motif, bentuk tubuh, dan stamina ikan,” ujar Roby.

Bentuk tubuh koi berukuran 54 cm itu menyerupai kapal selam. Warna tubuhnya pekat, penampilan energik, dan memiliki batas warna alias kiwa yang tegas.

Pada kelas nongosanke, persaingan paling ketat justru terlihat pada koi berukuran kurang dari 40 cm. Dalam pertarungan itu hikarimono milik Ishman Tjahjadi asal Semarang meraih gelar melati grand champion.

Menurut ketua Semarang Koi Club, Helmy Iskandar, kontes di pusat perbelanjaan Sri Ratu itu bukan hanya menjadi ajang pemilihan koi terbaik, tapi juga untuk menjalin silaturahmi antarhobiis. “Kontes ini diharapkan dapat mengundang semakin banyak hobiis baru,” ujarnya.