• Berternak Ayam Kampung bisnis sampingan yang menjanjikan

    Keuntungan usaha peternakan ayam kampung memang sangat menggiurkan tidak hanya untuk keperluan dagingnya saja membuat usaha penetasannya pun sudah terbilang untung.

  • Bisnis Budidaya ikan lele

    Ikan lele adalah salah satu pilihan sumber makanan yang terkenal kaya akan protein yang sangat populer dan merupakan sumber daya air tawar yang sehat dan merupakan salah satu ikan yang sangat digemari oleh sebagaian besar masyarakat indonesia

  • Bakteri Coryza, Penyakit Klasik Unggas Yang Sering Menyerang Para Peternak

    Penyakit Coryza merupakan penyakit bakterial yang timbulnya dipicu oleh berbagai faktor stres (stress related disease). Kondisi tersebut menyebabkan penyakit Coryza dapat muncul pada semua tingkatan umur ayam Pada kelompok ayam dengan status kekebalan kurang baik, penyakit Coryza cenderung terjadi berulang. Hal tersebut memberi kesan bahwa penyakit Coryza sulit diatasi.

  • Membangun Semangat Dalam Beternak Ayam

    Ada pengaruh tak langsung terhadap produktivitas ayam, di luar formula di atas tapi sangat vital, yakni 'semangat beternak'. Paling tidak semangat ini harus dimulai dari visi beternak sehingga implementasinya mengarah pada usaha untuk mencapai performa tersebut

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Tips Merawat Sansevieria caulescens variegata Agar tetap prima

Sansevieria caulescens variegata koleksi Promote Rojruangsang di Pathumthani, Thailand, itu berumur 8 tahun. Penampilannya sehat dan prima. Tak satu pun daun cokelat terbakar matahari. Padahal sifat variegatanya kuat: warna kuning gading mendominasi. Kontras
dengan anggapan banyak orang: tanaman variegata—apalagi albino—sulit bertahan hidup.

S. caulescens variegata, koleksi Promote Rojruangsang umur 8 tahun tetap prima
Sah-sah saja jika banyak yang beranggapan begitu. Jumlah kloroplas tanaman variegata lebih sedikit daripada tanaman normal. Akibatnya, penyerapan cahaya matahari tidak optimal. Kerja mengubah karbondioksida menjadi gula sebagai sumber energi dan makanan bagi pertumbuhan pun terhambat. Makanya, tanaman variegata lebih lemah dibandingkan yang normal. Si belang butuh perawatan ekstra agar tetap sehat dan prima.

Salah satunya penggunaan jaring peneduh. Jaring mengurangi intensitas cahaya matahari yang diterima tanaman. Semakin besar persentase variegata, kebutuhan cahaya semakin sedikit. Itu karena grana yang terdapat di dalam kloroplas yang berfungsi menangkap sinar matahari jumlahnya sedikit.

Intensitas Cahaya yang rendah

Grana terdiri atas setumpuk tilakoid berupa gelembung bermembran, pipih, dan seperti cakram. Membran tilakoid menyimpan pigmen-pigmen fotosintesis dan sistem transpor elektron yang terlibat dalam fase fotosintesis yang bergantung pada cahaya. Pada tanaman variegata, dengan cahaya sedikit sudah mencukupi kebutuhan grana,” kata Dr Soeranto Hoeman, peneliti di Bidang Pertanian Kelompok Pemuliaan Tanaman di PATIR-BATAN. Bila intensitas cahaya tinggi, bagian variegata terbakar karena jumlah cahaya masuk melebihi kapasitas grana.


Cahaya matahari langsung juga menyebabkan warna variegata pudar.“Kelainan sel-sel pada tanaman variegata rusak sehingga terurai jadi putih,” ujar Bambang Hermanto, MSc, peneliti bidang geologi di P2O-LIPI yang juga hobi sansevieria. Selain itu, intensitas cahaya yang tinggi menyebabkan metabolisme tanaman lebih aktif sehingga mendorong pembentukan klorofil lebih banyak. Pigmen lain seperti karotenoid pun terhambat. Dengan demikian warna hijau pada tanaman variegata lebih banyak muncul dibandingkan kuning atau putih.

Makanya, jaring peneduh mutlak digunakan untuk melindungi tanaman variegata. Pramote meletakkan caulescens variegata di bawah naungan jaring 50%. Dr Purbo Djojokusumo di Pancawati, Bogor, menata lidah mertua variegata di bagian belakang nurseri yang terlindungi paparan sinar matahari. Itu ditambah penggunaan plastik UV yang mampu mengurangi paparan ultraviolet hingga 14%. Namun, “Sebaiknya tetap menggunakan shading net 50—60% untuk sansevieria variegata atau sansevieria kuning seperti California dan goldflame agar daun tidak pucat,” kata Purbo. Itu diamini Edi Sebayang, hobiis di Tangerang, Banten.

Pemberian Nutrisi Pada Tanaman Hias

Faktor lain supaya variegata prima adalah pemupukan. Tanaman variegata rentan terhadap magnesium, besi, dan nitrogen tinggi. Mg dan Fe merupakan unsur pembentuk dan katalis dalam sintesis klorofil. Sedangkan, “Nitrogen tinggi memacu tanaman memproduksi klorofil sehingga variegata berkurang,” ujar Bambang. Itu yang terjadi pada masoniana variegata koleksi Edi.
Hindari pupuk ber-N tinggi agar variegata tak pudar
Pada Maret 2007 sekitar 15 pot masoniana berwarna hijau-kuning diboyong ke kediamannya di Tangerang. Sansevieria itu kemudian ditanam dalam media campuran pasir malang, kompos, fermentasi kotoran kambing, dan sekam bakar dengan perbandingan 5:1:1:3. Perawatannya, pupuk berkadar N tinggi. Selang 4 bulan terjadi perubahan. Warna yang semula kuning perlahan menjadi pudar dan hijau semakin banyak. Belajar dari pengalaman itu kini semua
sansevieria variegata koleksi ditanam dalam media pasir 100% dan diberi pupuk seimbang.

Purbo memberikan pupuk lambat urai dengan dosis seimbang yang dicampur ke dalam media. Untuk pot berdiameter 20 cm dosisnya 2 sendok teh. Sementara pot berdiameter 35—40 cm, 2 sendok makan pupuk dicampur dengan media dan 1 sendok makan pupuk ditabur di atas media. Pramote hanya memberikan pupuk lambat urai 14-14-14 sebanyak satu sendok teh untuk pot berdiameter 25 cm setiap 3 bulan. Dengan cara itu S. caulescens variegata tetap tampil prima.
Share:

Mencermati Penurunan Produksi Ayam Petelur

Tujuan akhir dari pemeliharaan layer komersial atau breeding farm adalah mewujudkan suatu flock yang mencapai standar produksi telur secara berkesinambungan. Mayoritas penyebab turunnya produksi telur disebabkan oleh kesalahan manajemen dan nutrisi, di samping penyakit-penyakit infektius. Untuk memastikannya kita harus mengikuti langkah-langkah logis yang spesifik.
 
Penyebab Turunnya telur Ayam
Layer telah diseleksi secara genetik untuk dapat bertelur secara maksimum sesuai potensi genetiknya. Dalam rangka mewujudkan potensi genetik, unggas tersebut harus mendapatkan nutrisi, manajemen dan lingkungan yang tepat. Tentu saja unggas tersebut juga harus dilindungi dari penyakit infeksius yang dapat menurunkan produksi telurnya. Yang kerap ditemui dewasa ini, peternak unggas hanya memikirkan kemungkinan penyakit infeksius saja ketika mendapati kondisi produksi yang turun. Padahal penyebab penurunan produksi tidak hanya itu, mayoritas karena kesalahan manajemen atau nutrisi dibanding adanya kasus penyakit infeksius.

Mendeteksi asal masalah penurunan produksi telur

Unggas petelur modem membutuhkan kesempurnaan dalam hal nutrisi dan lingkungan. Mereka Juga sangat sensitif terhadap hal-hal kecil yang nampaknya tidak signifikan pengaruhnya terhadap turunnya produksi telur. Turunnya produksi telur dapat diakibatkan oleh beberapa hal berikut:

Masalah di lingkungan kandang dan atau manajemen. 
Masalah di lingkungan kandang yang perlu diperhatikan adalah tinggi rendahnya temperatur kandang. Suhu tinggi (di atas 29° C) menyebabkan stres pada unggas, menurunkan FI (Feed Intake), serta menekan produksi telur -baik jumlah maupun ukurannya. Suhu rendah (di bawah 13° C) juga dapat menyebabkan produksi turun. Selain itu, ventilasi yang kurang, lama dan intensitas cahaya, perubahan mendadak dari kondisi harian, banyak binatang pengerat, kondisi kepadatan dalam /Jodt, kebisingan yang membuat ayam takut juga merupakan masalah di lingkungan kandang yang sangat serius.

Masalah di pemberian pakan atau nutrisi. 

Masalah pemberian pakan sering terjadi antara lain:
ketidakcukupan pakan atau distribusi pakan yang kurang baik, kesalahan pada nutrient atau komponen pakan karena ketidaktepatan mixing pakan, ketidakcukupan kandungan energi pada nutrient karena komposisi protein/A A, Ca, P, Na, vitamin maupun mineral premiks yang kurang tepat.
Mayoritas penyebab turunnya produksi telur disebabkan oleh kesalahan manajemen dan nutrisi.
Perubahan mendadak pada kandungan pakan, komposisi pakan atau tekstur pakan akan menimbulkan penurunan Fl, yang selanjutnya dapat menurunkan produksi telur dalam beberapa hari. Pemberian pakan energi tinggi pada puncak produksi di kandang model cage akan menimbulkan kegemukan, sehingga kadang-kadang terjadi sindrom pendarahan pada hati yang berlema

Penyakit-penyakit infeksius. Beberapa penyakit dapat menyebabkan turunnya produksi dengan cara menginfeksi organ reproduksi sebagai bagian dari proses infeksi penyakit. Turunnya produksi telur (baik diikuti perubahan kualit maupun tidak) pada unggas biasanya diakibatkan oleh penyakit-penyakit seperti IB, ND, EDS, Al, AE, cacar, Mycoplasmosis, Coryza dan parasit parasit eksternal.

Bahan beracun

Beberapa bahan beracun yang menyebabkan Iurannya produksi antara lain Mycotoxin (seperti: aflatoksin, trichthecenes, ochratoxins dan oosporein); logam atau mineral (seperti: tembaga, sodium, arsenik, nitrat, seng bikarbonat); bahan anorganik (seperti : insektisida, rodentisida organik, fungisida dan herbisida) serta penggunaan obat-obatan yang tidak kompatibel (cocok/tepat).

Langkah-langkah logis yang spesifik

Ada beberapa langkah yang harus di ambil dalam mengatasi menurunnya produksi layer, yaitu :
  1. Menentukan masalah dan lama berlangsungnya. Mengetahui perkiraan persentase HD (Hen Day) strain ayam. Umumnya 4-5% penurunan produksi di atas satu minggu sudah cukup untuk memulai penyelidikan.
  2. Mempelajari sejarah produksi secara detail, seperti mengkaji program pengobatan dan vaksinasi, sejarah penyakit, perubahan pada ukuran telur, bentuk telur, kualitas kerabang, tanda-tanda klinis, kenaikan mortalitas dalam flock, penurunan Fl, penurunan atau kenaikan konsumsi air minum, perubahan pada kandungan pakan, komposisi dan tekstur pakan, pengiriman pakan. Pendekatan dengan petugas kandang untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi selama proses pemeliharaan sangat penting dilakukan.
  3. Melakukan uji serologi untuk melihat titer antibodi virus atau mikoplasma yang menyebabkan turunnya produksi. Sampel darah harus diambil secepatnya ketika terjal’ penurunan produksi. Pengambilan darah selanjutnya diupayakan dua atau tiga minggu keatiidian dari ayam yang sama.
  4. Memeriksa kandang-kandang yang produksi telurnya bermasalah, khususnya pada pengaturan lama dan intensitas cahaya lampu. Mengambil sampel pakan jika dicurigai adanya masalah. Pakan harus diuji untuk kadar peroksida dan level nutriennya, khususnya protein, Ca, P, Na, Cl, Zn dan Mg. Jika perlu pakan dapat diuji pada faktor racun.
  5. Periksa unggas dari kandang yang bermasalah. Jika kandang yang bermasalah tidak menunjukkan tanda klinis, cari ayam yang tidak bertelur, tampak stres, bulu rontok atau pucat dengan jengger berwarna pudar.
  6. Mengambil sampel untuk pemeriksaan mikrobiologi dan histopatologi. Diupayakan diambil di saat terjadinya penurunan produksi yang paling parah. 
 Tipe sampel yang diambil tergantung pada penemuan saat bedah bangkai. Sampel yang telah terkontaminasi berat atau specimen yang berasal dari bangkai yang telah membusuk tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan mikrobiologi dan histopatologi. Pengajuan untuk uji laboratorium haruslah relevan, ekonomis dan diyakini dapat memberikan hasil

https://www.myanimalmyhealth.org/2016/10/12-factors-that-may-affect-egg-production-in-poultry-farms/
https://www.thedollarbusiness.com/magazine/eggs---not-so-fragile-profits-/39583
Share:

Memupuk Semangat Beternak Dikalangan Para Peternak Ayam

Ketika genetis ayam terus terbarui, lingkungan ayam mendukung, serta nutrisi yang diberikan baik, maka pencapaian keberhasilan beternak terletak pada manajemen, sebagaimana formula baku P = (G + E + N) x M. Secara genetis ayam ISA hingga 80 minggu mampu memroduksi telur HH 351 butir atau 22,1 kg dengan puncak produksi yang cepat dan bertahan lama hingga 24 minggu di atas 90% HD, dengan berat telur yang cepat naik dan stabil hingga masa afkir. Dengan demikian, yang terpenting adalah mampukah manajemen kita dapat menghasilkan produksi sesuai potensi genetis yang dimiliki?
semangat beternak

Ada pengaruh tak langsung terhadap produktivitas ayam, di luar formula di atas tapi sangat vital, yakni 'semangat beternak'. Paling tidak semangat ini harus dimulai dari visi beternak sehingga implementasinya mengarah pada usaha untuk mencapai performa tersebut. Kadang lupa bahwa kita bertanggungjawab untuk memaksimalkan produktivitas, karena terlupakan dengan rutinitas pekerjaan harian di farm. Belum lagi secara tidak sadar mengalami kejenuhan kerja karena kurang-nya inovasi atau bahkan tidak sadar penyebabnya apa.

Pengaruh tak langsung seperti kondisi politik bangsa, krisis finasial Amerika Serikat, yang belakangan ini dibicarakan di mana-mana; media cetak, TV, hotel-hotel berbintang, cafe hingga di warung kopi bahkan di kandang ayam, diwarnai keluh kesah sebagai ungkapan pesimistis kolektif. Pesimisme seolah menjadi bahasa bersama yang merupakan kondisi yang tidak sehat. Tidak sedikit yang membuat loyo dalam menjalankan tugas bekerja karena saking asyiknya diskusi membahas masalah bangsa ini. Hal ini berkaitan dengan sulitnya tekanan ekonomi diberbagai sektor.

Menyitir tulisan Anis Baswedan Ph.D. Rektor Universitas Paramadina "Bentangkan Optimesme Kolektif Bangsa" . menyebutkan bahwa anak muda dan para pemimpin di '• - berbagai sektor dan segala strata harus menjadi motor tumbuhnya optimisme. Pelajaran yang cukup baik sebagai cermin bagi kita di jalur peternakan ayam, karena kadang kurang memperhatikan jalur bisnis. Masih kebanyakan pelaku hanya sekedar menjalankan tugas, belum berusaha menjadi inisiator sehingga kurang responsif dan segala sesuatu masih tergantung pada pemilik (owner). Kita juga dapat mengambil pelajaran dari buku Classic Druker tulisan Peter F. Drucker 2006 by Harvard Business School disebutkan Perusahaan dewasa ini tidak mengelola karier karyawannya, pekerja berpengetahuan (knowledge worker) harus secara efektif menjadi eksekutif bagi dirinya sendiri. Anda berhak mengukir tempat Anda, tahu kapan mengubah nasib, dan menjaga agar tetap produktif selama masa kerja berlangsung. Untuk dapat melakukan hal ini dengan baik, perlu ditanamkan pemahaman mendalam tentang diri sendiri-tidak hanya kekuatan dan kelemahan tetapi juga bagaimana belajar, bekerja dengan orang lain, dan nilai-nilai yang harus dipegang, serta ke maha kontribusi terbesar diberikan. Karena hanya jika bekerja dengan keunggulan, Anda dapat mencapai kesempurnaan yang sesungguhnya
Share:

Bakteri Coryza, Penyakit Unggas Yang Sering Menyerang Para Peternak

Penyakit Coryza merupakan penyakit bakterial yang timbulnya dipicu oleh berbagai faktor stres (stress related disease). Kondisi tersebut menyebabkan penyakit Coryza dapat muncul pada semua tingkatan umur ayam Pada kelompok ayam dengan status kekebalan kurang baik, penyakit Coryza cenderung terjadi berulang. Hal tersebut memberi kesan bahwa penyakit Coryza sulit diatasi.


Mata Ayam Yang Terjangkit Coryza Membengkak Berisi Cairan Berwana putih

KASUS penyakit Coryza atau juga dikenal sebagai Infectious Coryza (IQ, dapat ditemukan di peternakan ayam komersial maupun breeder, burung puyuh dan bahkan pada ayam kampung di Indonesia. Ayam merupakan hospes alamiah yang paling peka, sedangkan secara ekperimen tal burung merpati, bebek, dan kalkun tidak peka terhadap infeksi buatan bakteri tersebut Sejauh ini belum pernah dilaporkan kasus H. paragallinarum selam yang teramati pada ayam. Namun yang menarik dicermati, hampir semua umur ayam peka terhadap infeksi penyakit Coryza.
Salah satu karakteristik penyakit Coryza adalah waktu inkubasi yang sangat pendek, antara 24 sampai 48 jam. Sejumlah ayam peka yang kontak dengan ayam sakit akan memperlihatkan gejala klinis setel 24 sampai 72 jam. Penyakit dapat berlangsung kronis antara 2 sampai 3 minggu. Dalam beberapa kasus dapat terjadi infeksi berulang. Kondisi tersebut terutama karena status kekebalan ayam yang kurang baik dan beberapa faktor stres yang disebabkan oleh penerapan tatalaksana pemeliharaan serta biosekuritas yang tidak optimal. Oleh sebab itu kasus penyakit Coryza selalu muncul bersamaan dengan kondisi stres

Gejala klinis utama infeksi Coryza adalah radang akut saluran respirasi bagian atas (pada cavum nasalis, sinus), pembengkakan muka, serta konjungtivitis (radang kelopak mata). Pada kondisi tersebut segera diikuti eksudasi (keluarnya lendir) dari cuping hidung yang mula-mula encer dan kemudian berlanjut menjadi kental. Ciri utama eksudat (lendir) Coryza "berbau sangat khas". Disamping itu kebengkakan muka menjadi lebih nyata, jika diamati dari depan kelihatan sekali muka menjadi asimetris. Pernafasan menjadi terganggu sehingga terdengar bunyi ayam ngorok sebagai ekspresi sumbatan saluran pernafasan. Ayam sering menggaruk mata disebabkan iritasi, sehingga kasus melanjut karena adanya infeksi sekunder stafilokokkus. Mata membengkak berisi eksudat keputihan.

Pada pemeriksaan pasca mati cuping hidung ayam, akan teramati eksudat khas penyakit Coryza. Pada umumnya selain organ respirasi bagian atas, tidak ditemukan lesi (perubahan) tertentu di organ dalam, kecuali adanya infeksi ikutan. Pada infeksi tunggal jarang teramati  pneumonia dan radang kantong , udara. Secara mikroskopis sejumlah lesi pada jaringan sinus infraorbita, cavum nasi, dan trakhea bervariasi menurut derajat keparahan penyakit.

Kerugian Ekonomi Yang Ditimbulkan Oleh bakteri Coryza

Kasus penyakit IC menyebabkan kerugian yang cukup signifikan karena mampu menyebabkan angka morbiditas cukup tinggi, meskipun mortalitasnya rendah. Pengamatan dilapangan dan beberapa laporan kasus i IC, morbiditasnya dapat mencapai j 60% dan penyebaran penyakit diantara ayam dalam suatu flok cukup cepat. Pada infeksi tunggal tanpa komplikasi mortalitas berkisar 2 sampai 5% saja Namun demikian, apabila kasus tersebut tidak segera ditangani penyakit segera menyebar ke sehingga flok dan dapat bertindak sebagai pintu gerbang infeksi yang lain. Menurut suatu laporan kasus,

IC pada ayam broiler tanpa adanya komplikasi menyebabkan afkir cukup tinggi, mencapai 69%. Disamping itu. pada kondisi tersebut juga menyebabkan pertumbuhan ayam terhambat dan FCR membengkak. Pada ayam periode petelur, infeksi H. parayaihnanon menyebabkan penurunan produksi cukup tinggi, berkisar antara 10 sampai 40%, serta angka culling meningkat Kerugian yang lain adalah biaya pengobatan, waktu dan tenaga tersita untuk penanganan kasus ini. beberapa kasus yang pengobatannya tidak tuntas, dan biosekuritas tidak memadai, akan menyebabkan kasus IC muncul kembali, sehingga pengobatannya menjadi lebih kompleks, seolah kasusnya menjadi lebih sulit diatasi.

Penyakit Coryza sangat dikacaukan dengan beberapa penyakit lain, seperti CRD, Cholera. Pox difteritik, dan Swollen Head Syndrom (SHS) yang menunjukkan kemiripan gejala klinis. Di antara penyakit tersebut tampaknya IC sering kali dikelirukan dengan SHS, atau sebaliknya. Untuk membedakan diantara keduanya ada beberapa hal yang bisa dipakai untuk analisis, yaitu: kepekaan atau respons pengobatan antibiotik. Penyakit Coryza berespons baik ketika diberikan antibiotik, sebaliknya SHS tidak Pada kasus SHS terdapat pelebaran celah mulut (choane) sedangkan pada iC tidak ada Kebengkakan pada IC terjadi pada muka dan teramati eksudat berbau khas pada cuping hidung, sedangkan pada SHS kebengkakan terutama pada kepala bagian atas dan cuping hidung bersih tanpa eksudat. Pada kasus SHS terdapat radang dengan eksudat dan hemorhagi subkutan di kepala. Isolasi bakteri dalam kasus tersebut pada umumnya ditemukan bakteri E. coli.

Penanganan Ayam Yang Terjangkit Bakteri Coryza

Pada dasarnya bakteri penyebab penyakit Coryza peka terhadap berbagai antibiotik yang dewasa ini banyak beredar di lapangan. Namun demikian hendaknya pemakaian antibiotik perlu dipahami jenis, waktu eliminasi dan dosis yang dipakai, agar tidak terjadi peluang resistensi antibiotik. Pengobatan juga harus diberikan sesuai waktu standar pengobatan atau dengan kata lain pengobatan harus tuntas. Dalam hal ini peran 'Technical service", yang mendistribusikan obat/ antibiotik tersebut perlu menjelaskan dengan benar kepada peternak. Kadangkala meskipun pengobatan lelah selesai tetapi beberapa ayam masih menunjukkan kebengkakan muka. Dari pengalaman penulis, beberapa kasus yang telah diobati dengan benar meskipun masih ada gejala kebengkakan tersebut ketika dilakukan kultur bakteri menunjukkan hasil negatif.

Hal ini berarti bahwa bakteri penyebab penyakit sudah mati' tetapi reabsorbsi kebengkakan dari perbaikan jaringannya saja yang belum tuntas. Perbaikan jaringan ini dapat berlangsung antara 14 sampai 21 hari. Langkah lebih lanjut adalah supporbf terapi dengan pemberian multivitamin yang berkualitas. Ini Sangat dianjurkan untuk meningkatkan dava tahan tubuh ayam yang terinfeksi. Beberapa ayam yang menunjukkah gejala klinis parah sebaiknya diafkir, untuk mengurangi penyebaran bakteri. Perlu dilakukan evaluasi program vaksinasi penyakit Coryza, apakah waktu pemberian sudah tepat sesuai dengan perkiraan potensi kasus IC biasa muncul, serta kondisi kandang dan lingkungan masing-masing.Perlu juga dievaluasi kualitas vaksin, dengan mengacu kondisi lapangan yang ada. Di beberapa lokasi farm komersial yang rawan atau risiko tinggi, dewasa ini vaksinasi Coryza dilakukan sampai tiga kali. langkah-langkah penanganan ini harus diikuti penerapan sanitasi
Share:

Hal yang Harus Anda Perhatikan Saat Anda Memulai Bisnis Budidaya Ikan Lele

Ikan lele adalah salah satu pilihan sumber makanan yang terkenal kaya akan protein yang sangat populer dan merupakan sumber daya air tawar yang sehat dan merupakan salah satu ikan yang sangat digemari oleh sebagaian besar masyarakat indonesia

beternak ikan lele dapat anda lakukan dimana saja selama anda memiliki lahan atau sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk beternak ikan lele, selain dari sisi ekonomis, apabila anda mempunyai kolam budidaya ikan lele maka anda tidak perlu pusing pusing lagi untuk mencari bahan makanan yang kaya akan protein. entah itu untuk kebutuhan anda sendiri dan keluarga tercinta atau anda bisa menjualnya sehingga dapat membantu menambah pendapatan finansial anda
panen ikan lele

Saat melakukan perencanaan beternak ikan lele, jenis ikan yang akan diternakan sangat dipengaruhi oleh target market yang anda inginkan,perencanaan,sarana dan prasarana serta lokasi dari peternakan ikan lele tersebut. sebagaian besar jenis species ikan lele yang berasal dari jenis ikan air tawar terkenal tahan akan penyakit dan cukup tangguh dalam beradaptasi terhadap lingkungan yang baru. ikan jenis ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai pilihan ikan yang kita pilih untuk mulai kita ternakan mengingat managemen tanam dan panen ikan tersebut bisa dilakukan dengan cepat dan mudah tanpa memerlukan tenaga dan biaya ekstra. untuuk peternak ikan lele baru, anda bisa mulai menggunakan ukuran kolam mulai dari yang berukuran 0,25 hektar dan  kemudian secara bertahap ke kolam yang lebih luas

Menentukan Jenis Ikan lele yang akan anda budidayakan

langkah pertama yang perlu anda lakukan apabila anda hendak berbisnis ikan lele adalah menentukan jenis ikan lele yang akan anda kembang biakan karena tahapan selanjutnya akan sangat bergantung oleh jenis lele yang yang anda pilih tadi. species ikan lele asli indonesia yang umum dijumpai adalah dari species clarias batrachus atau yang sering dikenal dengan nama lele lokal, ikan ini mempunyai ciri salah satunya adalah memiliki patil dan mempunyai kemampuan bertahan hidup yang sangat tinggi namun memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil
dan jenis ikan lele populer selanjutnya adalah ikan lele dumbo, ikan ini bukanlah ikan asli indonesia melainkan hasil persilangan. ikan ini tidak lagi memiliki patil dan dibanding dengan ikan lele lokal , ikan lele dumbo memiliki kemampuan bertahan hidup yang relatif lebih kecil. pemilihan jenis ikan yang akan di bisniskan tadi sangat menentukan faktor pendukung yang harus anda siapkan dikemudian hari seperti ukuran kolam, jenis pakan, Perawatan, managemen ternak, modal keseluruhan , target pemasaran dan faktor faktor penting lainnya yang tidak boleh anda kesampingkan

Jika Anda ingin memulai peternakan lele besar, Anda harus memiliki modal awal yang cukup besar,ukuran kolam yang tentunya juga harus besar,tenaga kerja yang berpengalaman,managemen yang tentunya lebih rumit namun semuanya itu akan terbayar pada saatnya anda melakukan panen

namun apabila anda terbilang masih baru dalam berbisnis ikan lele atau pemula ,anda bisa memulai mencoba beternakn ikan lele dalam skala kecil terlebih dahulu. mulai dari pemilihan bibit,skala produksi yang lebih kecil. untuk menekan biaya produksi anda bisa menggunakan kolam dengan ukuran yang kecil atau apabila anda telah memiliki kolam yang tidak terpakai, maka kolam ini bisa anda gunakan sehingga anda tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membuat kolam yang baru entah itu kolam pembibitan maupun kolam pembesaran
Kolam tanah untuk ikan lele

kolam untuk ikan lele harus terdiri atas 20-30% tanah liat atau tanah lempung untuk mencegah rembesan. hindari menyemen secara keselurah latai kolam. kolam ini harus mempunyai saluran pembuangan yang akan mengalirkan air kolam yang berlebih. pastikan ambang batas air kolam selalu berada 1-2 inci dari lubang saluran pembuangan air.Kedalaman kolam Anda harus 3 kaki di ujung dangkal dan 8 kaki di ujung yang dalam. harap di ingat apabila terlalu dangkal maka hal ini dapat mengundang pertumbuhan tanaman gulma

pemasaran

Pemilihan species ikan lele yang akan anda kembang biakan sangatlah penting hal ini dikarenakan berhubungan langsung dengan target pasar yang pilih, nilai harga jual ikan tersebut, permintaan pasar dan faktor faktor ini sangatlah penting yang tidak bisa anda anggap enteng karena apabila tidak, bisa dipastikan anda akan mengalami kerugian dan hal ini sering terjadi terutama dialami oleh peternak pemula

untuk pembiak dalam skala kecil atau rumahan dan masih dalam tahap coba coba, anda bisa memilih kolam produksi dalam ukuran kecil dahulu sehingga memudahkan anda untuk langsung menjual hasil panen ikan tersebut. untuk target pemasaran hasil panenan, anda bisa jual secara langsung kepada kerabat,pasar setempat atau dikhususkan mentargetkan area pemasaran hasil panen di daerah kolam tersebut.sesuai dengan skalanya perputaran uang akan relatif lebih cepat namun dalam jumlah yang kecil dan sebaliknya apabila sebelumnya ternak lele ini dilakukan dalam skala yang besar maka keuntungan yang di dapatkannya tentunya lebih besar

Perencanaan Bisnis

Mulailah melakukan pencatatan mengenai langkah langkah yang telah anda lakukan dan yang akan anda lakukan. jangan sampai anda memulai bisnis beternak ikan lele ini tanpa perencanaan yang sistematis dan tanpa pembukuan yang jelas karena inilah salah satu alasan banyaknya para peternak pemula yang gulung tikar bahkan menimpa peternak skala kecil. ada baiknya apabila anda hendak membuka peternakan ikan lele dalam skala yang besar, sewa lah jasa penasihat yang kompeten di bidangnya atau mungkin anda bisa bekerja sama dengan para akademisi muda yang khusus mempelajari akan hal ini seperti para mahasiswa fakultas peternakan atau konsultan profesional

Masalah perizinan dan hal legal

setelah semua langkah telah tersusun dan anda sudah hampir siap untuk segera memulai berbisnis ternak budidaya ikan lele, satu hal penting lainnya yang perlu anda pastikan telah tercover adalah perihal perizinan dan masalah legal terkait bisnis anda. tidak masalah apakah anda memulai bisnis budidaya ikan lele skala kecil atau pun besar karena masalah ini biasanya pasti akan muncul. masalah masalah itu antara lain permasalahan limbah,komplain warga sekitar ,izin penggunaan lahan dan permasalahan perizinan lainnya. pastikan setiap perjanjian yang anda buat harus dibuat hitam diatas putih
Share:

Berternak Ayam Kampung bisnis sampingan yang menjanjikan

Sebelumnya saya mengira tidak ada istimewa dari peternak ayam kampung sebab bisnis unggas lokal yang satu ini sudah menjadi komoditas masal yang di usahakan oleh sebagian besar masyarakat di tanah air. jadi kalau hanya untuk memelihara, merawat hingga memasarkan ayam kampung siapapun bisa melakoninya namun tidak semua peternak ayam kampung mampu menangkap peluang rupiah dari bisnis ini hal itu terbukti dari 95% usaha tersebut masih di jalani secara traditional alias tanpa dengan perawatan yang intensip karena itu permintaan daging ayam kampung yang begitu amat besar akhirnya tidak dapat di penuhi oleh peternak. Sebagai gambaran di pasar jakarta, bogor, depok, tanggerang dan bekasi kebutuhan ayam kampung di perkirakan mencapai 200.000 ekor perhari dari permintaan ini setiap hari para peternak ayam tersebut hanya mampu memasok sekitar 35.000 ekor dan inilah celah bisnis itu, permintaan tinggi tapi tidak di imbangi dengan rendahnya penawaran. Potensi gurihnya bisnis usaha ternak ayam kampung akhirnya membawa saya ke Sukabumi Jawa Barat tempatnya di bilangan sadamukti 58 desa tenjo layah kecamatan cicurug di daerah ini terdapat kelompok peternak rakyat ayam kampung di bawah bimbingan Ade M. Julkarnain. Ade begituh panggilan akrabnya bukan peternak ayam kampung biasa, karena dengan pola berternak ayam kampung secara intensif yang di kembangkan semenjak 2004 Ade kini mampu meraih omset hingga 450 juta rupiah perbulan.

Di bandingkan peternak unggas yang lain misalnya ayam ras, semua produk ayam kampung memang memiliki harga yang tinggi ini terlihat dari penjualan ayam kampung yang di hargai secara satuan tentu berbeda dengan ayam ras yang di jual perkiloan. Selama ini harga ayam kampung pun lebih stabil dibandingkan ayam ras selisih harganya mencapai 50% lebih mahal. Produk premium, inilah keistimewaan ayam kampung otoritas harganya justru ada di tangan peternak bukan di pihak pedagang seperti yang lazim terjadi di saat ini hanya saja bukankah peternak ayam kampung secara intensif seperti milik ade ini banyak kendala nya. Mmmhhh pantas saja, saat peternak ayam ras berteriak akibat naiknya harga pakan peternak ayam kampung masih bisa bertahan sebab pakannya tidak harus bergantung dengan membeli di pabrik. Woahhh sepertinya usaha ayam kampung dengan pola intensif ini makin menarik saya menjadi ingin tahu prospek bisnis ke depannya dan bagaimana cara memulai usahanya.   

Keuntungan usaha peternakan ayam kampung memang sangat menggiurkan tidak hanya untuk keperluan dagingnya saja membuat usaha penetasannya pun sudah terbilang untung cukup hitung saja saat ini harga telur ayam kampung hanya 800 rupiah per butir sedangkan anak ayam yang baru menetas atau biasa di sebut DOC mencapai 2.000 rupiah. setiap ekor artinya bila di tetaskan mungkin makin usaha ini lebih dari 100% bukan sementara berdasarkan hitungan sederhana untuk usaha 1.000 ekor ayam kampung pedaging setiap peternak mampu meraup untung bersih sebesar 3 juta rupiah sekali panen ini dengan asumsi perkilogram ayam kampung di jual 22.000 ribu rupiah. Benar bukan tidak ada istilah gencek dalam bisnis ayam kampung sebab struktur pasarnya sudah terbentuk jadi tidak perlu takut bila musim panen datang harga jual ayamnya akan jatuh.

Kalau begini garansi pasarnya saya menjadi tidak sabar ingin memulai usaha ayam kampung ini tapi tunggu dulu karena sebelum memulai usaha tersebut harus tau bagaimana cara memilih bibitnya, pemberian pakannya, pemeliharaan dan teknik perkandangan. Kandang yang baik harus terletak jauh dari pemukiman, model kandang yang di anjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang di lapisi liter, lantai ini terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji, dan kapur nahh setelah kandang siap barulah membeli bibit yang bagus untuk di ternakkan. Bibit ayam kampung dapat di peroleh dengan cara membeli di uc ayam langsung dari pembibit, membeli telur tetas lalu menetaskan nya sendiri atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian di tetaskan sendiri baik secara alami atau dengan mesin menetas bibit ayam kampung yang sehat dan baik memiliki kriteria antara lain bisa berdiri tegap, sehat, tidak cacat, mata bersinar serta bulu bersih mengkilap.

Nah untuk pakan ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit ayam negeri jadi bisa memberi konsentrat, dedak, jagung dan pakan alternatif lain seperti sisa dapur atau warung yang terpenting dalam menyusun atau memberikan langsung pakan tersebut kebutuhan nutrisi ayam kampung bisa di penuhi yaitu protein kasar sebesar 12% dan energi metabolis sebesar 2.500 kilo kalori per kilogram. Kunci sukses peternak ayam kampung terletak pada tata laksana pemeliharaan unggas meski bibit yang di pilih cukup baik dan pakannya pun memadai bila salah mengelola hasil yang di peroleh bisa jauh dari harapan. dengan pola pemeliharaan intensif seperti ayam ras, tingkat keberhasilan usaha ayam kampung akan semakin tinggi. Total biaya produksi untuk pemeliharaan ayam kampung hingga siap panen mencapai 18.000 ribu rupiah per ekor, jadi bila anda ingin memulai usaha ini tinggal di kali kan saja berapa skala usaha yang ingin di pilih. Ter buktikan usaha ayam kampung memang menguntungkan pada kondisi normal saja pendapatan yang di peroleh bisa sebesar 5 juta rupiah selama 50 hari apalagi menjelang puasa dan perayaan hari raya pastilah harganya bagus dan permintaan semakin besar. Bagaimana sangat menggoda bukan beternak ayam kampung mengapa tidak di coba.
Share:

Recent Posts